Berita

Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin/Net

Politik

Pengamat: Memburuknya Kondisi Ekonomi Dan Kacau Hadapi Covid-19 Bukti Jokowi-Maruf Tidak Layak Memimpin Negara

KAMIS, 19 MARET 2020 | 14:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah Joko Widodo-Maruf Amin dinilai sudah tidak layak memimpin Indonesia karena nilai Rupiah semakin anjlok dan ekonomi semakin memburuk.

"Sebagai analis yang berfikir berbasis data saya mohon maaf harus mengatakan Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin sudah tidak layak memimpin negara ini," ucap Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/3).

Bukan tanpa alasan, Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini membeberkan data ekonomi di Rezim Jokowi-Maruf yang semakin memburuk.


"Pernyataan tersebut bukan karena hal subyektif tetapi lebih karena data-data ekonomi terakhir yang memburuk," katanya.

Dimana kata Ubedilah, nilai rupiah saat ini paling rendah dibanding krisis pada 1998 lalu yakni menembus hingga lebih dari Rp 16 ribu.

"Nilai rupiah lebih rendah dari 1998 hingga lebih dari Rp.16.000/dolar AS, indeks harga saham yang anjlok," jelas Ubedilah.

Tak hanya itu, pemerintah Jokowi-Maruf pun juga tak mampu menangani virus Corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia yang mengakibatkan lonjakan angka kematian akibat Covid-19 hingga 100 persen.

"Juga data korban Covid-19 yang makin mengerikan naik 100 persen, data yang sudah meninggal juga dalam sepekan naik 100 persen," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya