Berita

Petugas medis tangani pasien infeksi corona/Net

Nusantara

Dipandang Rendahkan Profesi Perawat, PPNI Tuntut Permintaan Maaf Jubir Covid-19

KAMIS, 19 MARET 2020 | 13:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menuntut permintaan maaf secara terbuka dari Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ahmad Yurianto.

Desakan itu merupakan respon setelah Yurianto menyampaikan perkataan yang dinilai melukai profesi keperawatan.

Ketua Umum (Ketum) DPP PPNI, Harif Fadhilah membenarkan pihaknya mengirimkan surat keberatan atau protes atas pernyataan Dirjen P2P Kemenkes ke Presiden Joko Widodo.


"Betul (mengirim surat keberatan ke Presiden RI)," ucap Harif Fadhilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/3).

Surat tersebut ditujukan untuk Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang juga di tembuskan ke Presiden RI, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dirjen P2P Kemenkes Ahmad Yurianto, Ketua Dewan Pertimbangan DPP PNI dan Ketua DPW Provinsi Seluruh Indonesia.

Dalam surat tersebut, PPNI menyayangkan pernyataan Ahmad Yurianto saat menjadi narasumber di akun YouTube Dedy Corbuzier yang menyebut bahwa rumah sakit sebagai ladang bisnis sekarang dan hotel yang room boy-nya perawat.

"Saat kami sedang fokus berjuang kami sangat menyayangkan dan keberatan atas pernyataan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan pada sebuah video yang diunggah di channel Youtube Dedy Corbuzier tertanggal 17 Maret 2020 yang mengatakan bahwa rumah sakit itu bisnis kok sekarang, (semacam) hotel yang room boy-nya Nurse," jelas Harif Fadilah.

Video tersebut diposting di akun Youtube Dedy Corbuzier dengan judul "Saya Emosi!! Ternyata Benar RS Menolak Pasien Corona (No Hoax Exclusive Kemenkes Menjawab).

"Pernyataan tersebut sangat melukai insan profesi keperawatan dan melemahkan motivasi dan semangat kerja di tengah tuntutan tugas yang sangat berat dan beresiko tinggi dalam penanganan bencana Pandemik Covid-19 saat ini," tegasnya.

"Kami juga menganggap pernyataan tersebut menghina dan merendahkan profesi keperawatan yang sangat mulia," sambungnya.

Dengan demikian, kata Harif, PPNI meminta agar Menkes Terawan memberikan peringatan kepada Dirjen P2P Kemenkes, Ahmad Yurianto.

"Menuntut permintaan maaf secara terbuka dari Dirjen P2P Kemenkes untuk mengembalikan motivasi, semangat dan kepercayaan diri insan perawat dalam melaksanakan tugasnya," terangnya.

Selain itu, PPNI kata Harif meminta agar Kemenkes dan Dinkes memberikan apresiasi kepada para perawat yang telah bekerja dengan mempertaruhkan keselamatan jiwa untuk melayani masyarakat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya