Berita

Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani/Net

Politik

Sindir Sri Mulyani Bicara Strategi Lockdown, Adhie Massardi: Pemerintah Sekarang Hebat, Kalau Jiwasraya Dan Omnibus Enggak Pakai Mikir

KAMIS, 19 MARET 2020 | 04:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah ekonomi hingga penampungan seluruh warga tengah dipikirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam menghadapi kemungkinan isolasi penuh atau lockdown terkait dengan penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Saat ini, pemerintah masih terus mengkaji kemungkinan lockdown. Oleh karenanya, segala kemungkinan mengenai skema isolasi bisa terjadi.

Merespons sikap pemerintah ini, mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi pun melontarkan pernyataan bernada sindiran.


"Pemerintahan kita yang sekarang ini hebat. Selalu berpikir keras dan penuh pertimbangan jika untuk rakyat," demikian kata Adhie Massardi di akun Twitternya, Rabu (18/3).

Ia kemudian menyinggung beberapa permasalahan yang berujung pada kerugian negara dari sisi finansial. Seperti halnya kasus gagal bayar polis JS Saving Plan Jiwasraya hingga berujung dugaan korupsi.

Berdasarkan hitungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), kerugian negara secara keseluruhan dalam skandal Jiwasraya mencapai Rp 16,81 triliun. Namun langkah solusi dari pemerintah hingga kini belum terlihat.

Pun demikian mengenai omnibus law RUU Cipta Kerja dan beberapa RUU lain. Pemerintah seakan ngotot omnibus law tersebut segera terwujud meski banyak ditentang publik, termasuk para buruh.

"Kalau buat yang lain, enggak pakai mikir. Jiwasraya rugi dirampok...(solusinya) bailout. Bikin infrastruktur...utang. Buat para konglo... Omnibus.. wuss," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya