Berita

Donor darah/Net

Nusantara

Di Tengah Wabah Corona, Stok Darah Untuk Pasien DBD Menipis

RABU, 18 MARET 2020 | 15:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terus menipis dalam beberapa hari terakhir.

Padahal pada saat yang sama kasus demam berdarah dengue (DBD) tergolong tinggi.

Kondisi ini terjadi salah satu faktornya karena merebaknya virus corona atau Covid-19 yang saat ini sudah ditetapkan pemerintah sebagai bencana non alam.


Hingga Rabu (18/3), stok darah golongan A di PMI Jepara tercatat untuk sel darah merah dan darah lengkap 12 kantong dan 3 kantong untuk trombosit.

Sedangkan golongan B sel darah merah dan darah lengkap 231 kantong, sedang trombosit 0. Golongan AB (70 dan 0). Golongan O tercatat sel darah merah dan darah lengkap 20 kantong serta 1 kantong trombosit.

Staf pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Jepara, Muhammad Iskak mengatakan, menipisnya stok darah ini sangat dipengaruhi oleh virus corona.

Kata dia, intensitas kegiatan donor darah berkurang drastis seiring merebaknya virus itu.

Terlebih saat ini pemerintah juga sudah mengeluarkan instruksi yang isinya membatasi berkumpulnya banyak orang dalam sebuah kegiatan.

"Saat ini yang paling kritis stok darah A dan O. Sejak Senin kemarin, kegiatan donor darah banyak yang dicancel seiring instruksi itu," kata Iskak, dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (18/3).

Kondisi ini dilematis. Saat ini angka kasus DBD di Jepara tergolong tinggi. Berdasar data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, pada Januari-Februari 2020, tercatat ada 104 kasus DBD, dengan satu korban meninggal dunia.

Kasus DBD ini diperkirakan akan kian melonjak terlebih saat musim hujan sporadis seperti sekarang ini.

Terkait persoalan ini, pihak PMI Jepara terpaksa memutar otak dan lebih pro aktif mencari darah.

Salah satu rencana yang akan dilakukan yakni dengan mengumpulkan Ketua Paguyuban Donor Darah di Jepara.

"Kami akan meminta mereka yang datang ke PMI Jepara. Tidak harus dalam jumlah besar. Secara bertahap yang penting stok darah aman," tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya