Berita

Bhima Yudistira/Istimewa

Politik

Sepakat Saran Rizal Ramli, Ekonom Indef: Proyek Infrastruktur Lebih Baik Disetop

RABU, 18 MARET 2020 | 14:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah mesti memotong anggaran dari proyek infrastruktur dalam rangka menghadapi wabah virus corona yang berdampak pada perekonomian nasional. Bila perlu, hentikan sementara sejumlah proyek infrastruktur yang tengah digarap.

Begitu disampaikan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/3).

"Iya betul. Semua proyek strategis nasional di bidang infrastruktur memang harusnya dipotong sebagian besar (anggarannya). Kalau yang sudah berjalan bisa disetop sementara," kata Bhima Yudistira.


Menurut dia, di tengah wabah virus corona yang berdampak terhadap perekonomian nasional, langkah-langkah taktis seperti memotong anggaran hingga menghentikan proyek infrastruktur menjadi sangat penting.

"Karena apa? Ada dua risiko. Pertama, risiko likuiditas, karena dana infrastruktur ini kan juga dari utang. Jadi dalam kondisi sekarang ini likuiditas di proyek infrastruktur bisa terganggu. Kedua, infrastruktur dipaksa dibangun, dengan kondisi ekonomi lagi bermasalah seperti sekarang, khawatir nanti biaya operasionalnya terlalu besar," urainya.

"Kan enggak sesuai dengan pendapatan. Maka infrastrukturnya nanti malah merugi," imbuhnya menegaskan.

Lebih lanjut, Bhima Yudistira mencontohkan sejumlah proyek infrastruktur yang terkesan dipaksakan. Seperti proyek Bandara Kertajati yang sepi pengunjung dan tidak menambah pendapatan negara.

"Ngeri, kayak proyek Bandara Kertajati tuh kan sepi, juga Kereta Bandara Soekarno-Hatta-Sudirman. Karena memang daya beli masyarakatnya lagi turun," pungkasnya.

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli sebelumnya menyebutkan, untuk mengurangi dampak corona terhadap ekonomi, ini waktunya untuk menggeser secara radikal dengan melakukan realokasi APBN 2020.

Moratorium proyek-proyek infrastruktur besar 2020. Harus berani, jangan gengsi. Anggaran itu selanjutnya dialokasikan hanya untuk sektor kesehatan, makanan dan daya beli rakyat miskin.

Dan gunakan momentum pandemik corona ini, untuk menggenjot produksi dalam negeri, seperti pertanian, buah-buahan dan sayur-sayuran. Bantu kredit, bibit, pupuk sehingga bisa panen setiap tiga bulan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya