Berita

Ustaz Dasad Latif/Net

Politik

Lockdown Sudah Diajarkan 1.400 Tahun Lalu, Ustaz Dasad Latif: Ngapain Ada Negara Kalau Tidak Lindungi Rakyatnya

RABU, 18 MARET 2020 | 13:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo diharapkan melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Dasad Latif saat menjadi narasumber di Realita TV yang diunggah pada hari ini Rabu (18/3).

Menurut Ustaz Dasad, istilah lockdown atau menutup keluar masuk orang disuatu wilayah yang terdampak wabah penyakit telah disampaikan sejak 1.400 tahun lalu oleh Nabi Muhammad SAW.


"Agama kan sudah jelas terang benderang, Nabi (Muhammad SAW) menjelaskan kalau engkau mengetahui sebuah wabah disuatu negeri, jangan kau datang dan jangan kau keluar dari situ," ujarnya.

"Inilah istilah kerennya lockdown. Nabi sudah tahu 1400 tahun yang lalu (mengajarkan)," dia menambahkan.

Namun, Ustaz Dasad menilai pemerintah Indonesia masih memikirkan kepentingan ekonomi dan politik. Sehingga, belum berani memutuskan untuk melakukan Lockdown.

"Padahal konstitusi sudah mengamanatkan kepada kita, negara hadir untuk melindungi jiwa dan raga orang banyak. Negara ini hadir untuk melindungi rakyat Indonesia. Kalau tidak melindungi rakyat Indonesia, ngapain ada negara," tegasnya.

Pasalnya, kata dia, keselamatan rakyat Indonesia lebih bernilai dibanding hanya memikirkan ekonomi dan lainnya.

"Nah disinilah pentingnya, cuma kalau kita ngomong seperti ini (mengingatkan nasihat Nabi Muhammad), kita dibully dianggap radikal, dianggap ini," ucapnya.

"Padahal ini keselamatan jiwa jauh lebih besar nilainya daripada ekonomi dan lain sebagainya. Ngapain saya punya (uang) Rp 2 miliar kalau sudah mati hari ini," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya