Berita

Herman Khaeron/Net

Politik

Demokrat Yakin Ada Oknum Pemerintah Bermain Di Kasus TKA China Masuk Kendari

RABU, 18 MARET 2020 | 11:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kehadiran sebanyak 49 warga negara asing (WNA) asal China ke Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu lalu (15/3) diduga melibatkan tiga pihak, salah satunya oknum pemerintah.

Begitu yakin politisi Partai Demokrat Herman Khaeron menanggapi kehadiran gerombolan asing yang belakangan diketahui sebagai tenaga kerja China yang dihadirkan oleh salah satu perusahaan di Sultra.

Berdasarkan pengamatannya di media massa, anggota Komisi VI DPR itu berkesimpulan bahwa pekerja yang datang adalah ilegal. Ini mengingat adanya protokol penanganan virus corona yang melarang WN China masuk ke tanah air.


“Ini bisa terjadi karena ada tiga pihak yang bermain yaitu perusahaan, mediator, dan oknum aparat pemerintah. Untuk membangun negeri ini butuh komitmen, penegakan aturan, dan keberpihakan,” tekan Herman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/3).

Herman meminta agar pemerintah harus tegas dalam menghadapi hal ini dan meminta untuk memulangkan seluruh WNA ilegal tersebut.

“Para abdi negara harus tegas terhadap aturan dan menangkal setiap pelanggaran, karena sesuai tugasnya diamanatkan demikian, pulangkan, dan tangkal yang illegal,” ucapnya.

Lebih lanjut, Herman meminta agar pemerintah tegas. Jika ada korporasi yang nakal, maka pemerintah harus dengan sigap menutup perusaahaan tersebut.

“Korporasi harus patuh terhadap aturan, kalau tidak pemerintah jangan segan-segan untuk menutupnya,” pungkas Herman Khaeron.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya