Berita

Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu/RMOL

Politik

Geram TKA Masuk Kendari, Said Didu: Darah Bapak Sebagai Perintis Kemerdekaan Yang Mengalir Ke Tubuh Saya Serasa Mendidih

RABU, 18 MARET 2020 | 02:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Di tengah kesibukan para medis untuk menyembuhkan seratusan pasien positif virus corona, Indonesia kembali digegerkan dengan masuknya puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang mendarat di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Setidaknya, sebanyak 49 WNA asal China 'terciduk' mendarat di bandara tersebut. Padahal, pemerintah sendiri mengklaim masih melarang WNA masuk ke Indonesia usai adanya warga positif virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

Masuknya 49 TKA asal China tersebut diketahui mencuat ke publik usai salah seorang sopir taksi merekam kedatangan mereka di bandara. Video berdurasi 58 detik tersebut kemudian viral dan tersebar di sosial media.


Sontak, kedatangan para TKA di tengah darurat virus corona di Indonesia membuat sejumlah pihak geram. Tak terkecuali mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu.

"Setiap melihat video dan baca berita kedatangan TKA, terutama yang ilegal, darah Bapak saya sebagai perintis kemerdekaan yang mengalir dalam tubuh saya serasa mendidih," kata Said Didu dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (18/3).

"Maafkan jika saya emosi melihat semua kenyataan ini," tegasnya.

Masuknya 49 TKA asal China ini makin menjadi polemik lantaran adanya perbedaan keterangan antara kepolisian dan pihak kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Awalnya, Kapolda Sultra, Brigjen Merdisyam menyebut 49 TKA tersebut datang dari Jakarta untuk mengurus visa perpanjangan.

Namun hal ini terbantahkan oleh keterangan Kemenkumham. Para pekerja dari China itu merupakan TKA baru yang berasal dari Provinsi Henan untuk bekerja di Sulawesi Tenggara. Mereka sempat transit di Thailand sebelum tiba di Indonesia.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya