Berita

Eks Wapres Jusuf Kalla saat di Kantor KADIN/RMOL

Politik

Ditanya Perlukah Indonesia Lockdown, JK: Itu Urusan Pemerintah

SELASA, 17 MARET 2020 | 17:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyebaran virus Corona baru atau Covid-19 semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Banyak desakan kepada Presiden Joko Widodo untuk melakukan lockdown seperti negara lainnya. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Menanggapi itu, mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menilai, keputusan lockdown merupakan urusan pemerintahan Presiden Jokowi.

"Ah itu urusan pemerintahan. Ada yang pro ada juga yang tidak, tergantung pilihan pemerintah," ucap JK kepada wartawan di Gedung Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).


JK hanya mengingatkan agar masyarakat Indonesia untuk menghindari kerumunan banyak orang untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Tapi yang paling penting sama saja sebenarnya itu menghindari kerumunan, menghindari pertemuan orang besar siapapun itu. Jadi lebih banyak di rumah daripada di luar," katanya.

Walau demikian kata JK, kebijakan work from home (WFH) dari Presiden Jokowi tidak akan berjalan mulus lantaran tidak seluruh pekerja bisa dilakukan di rumah.

"Cuma yang bisa dirumah juga tidak bisa kerja di rumah, yang punya restauran yang punya di pasar yang services yang kerja di Bank enggak mungkin kerja di rumah," jelasnya.

Bahkan, JK menilai hanya sebesar 30 persen pekerja bisa melakukan pekerjaannya di rumah.

"Jadi yang kerja di rumah mungkin hanya 30 persen dari total pekerja. Karena itu tetap saja kita tetap menjaga suasana seperti ini," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya