Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Anggaran, Tenaga, Dan Alat Tes Minim, Indonesia Lebih Tepat Lakukan Lockdown

SELASA, 17 MARET 2020 | 15:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberlakuan lockdown atau mengunci suatu wilayah dalam mengatasi pagebluk virus memang acapkali menimbulkan panic buying, termasuk menghentikan kegiatan ekonomi secara drastis.

Namun demikian, kata Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana, lockdown memberikan hasil perlambatan penyebaran virus lebih cepat karena mengurangi resiko penularan antar daerah.

“lockdown mengurangi variabe-variabel yang menjadi sebab virus menyebar cepat,” terangnya kepada redaksi, Selasa (17/3).


Bagi Indonesia yang memiliki tes kit, tenaga medis, dan anggaran terbatas, maka lockdown lebih cocok diterapkan. Warga yang sehat tidak perlu diperiksa, sedang warga yang positif pun akan sembuh sendiri karena semua berada dalam pembatasan ruang mobilisasi, tidak moving.

Terlebih lagi, sambung Gde Siriana, Indonesia merupakan negara yang padat penduduk.

“China memilih lockdown karena jumlah manusia yang banyak dan padat membuat virus menyebar cepat, dan akan lebih sulit ditangani ketika episentrum meluas ke propinsi lain,” urainya.

Sementara Filipina melakukan lockdown karena kurangnya test kit dan tenaga medis, sehingga social distancing dianggap tidak efektif.

“Pemerintah Filipina dan juga Malaysia sadar bahwa sulit untuk mengharapkan kedisiplinan warganya untuk self-defense selama SD, sehingga lockdown dinilai lebih efektif karena ada aturan-aturan yang memaksa,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya