Berita

Gde Siriana/Net

Politik

Syarat-syarat Agar Jurus Jokowi Tangani Corona Manjur

SELASA, 17 MARET 2020 | 15:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Joko Widodo memilih untuk tidak melakukan lockdown di Indonesia dalam menghadapi pagebluk virus corona baru atau Covid-19. Langkah itu menuai kritikan. Sebab, Jokowi sekadar mengimbau warga untuk melakukan social distancing atau jaga jarak sosial.

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana menjadi salah satu yang mengkritik imbauan social distancing. Menurutnya ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar social distancing efektif menangkal sebaran virus di suatu tempat.

“Pertama, kultur masyarakat dalam mematuhi aturan-aturan cukup tinggi, sehingga people-distancing pun diterapkan oleh tiap orang di tempat-tempat berkumpul,” terangnya kepada redaksi, Selasa (17/3).


Selain itu, ketersediaan test kit untuk melakukan tes massal gratis kepada seluruh warga harus terpenuhi. Dalam hal ini, pemerintah bukan menunggu warga datang untuk dites.

Selanjutnya, ada ketersedian masker dan hand sanitizer yang dibagikan gratis kepada masyarakat sebagai upaya warga lakukan self-defence dalam kegiatan sehari-hari. Ini lantaran warga masih diperbolehkan melakukan pergerakan keluar rumah.

Ketersediaan tenaga medis di daerah-daerah harus lengkap. Hal tersebut difungsikan untuk lakukan layanan dan recovery pasien.
 
Kemudian, kata Gde Siriana, ketersediaan RS dan pusat-pusat isolasi pasien positif dengan fasilitas lengkap jumlahmya memadai di seluruh daerah.

“Jumlah penduduk relatif tidak begitu banyak dan geografis tidak luas. Termasuk episentrum penyebaran tidak banyak,” terangnya.

Gde Siriana menambahkan bahwa harus ada koordinasi yang baik antara pusat dan daerah dalam bekerja di medan yang luas dan menghadapi jumlah manusia yang banyak.

“Perlu juga kemampuan melakukan tracing close contact yang melibatkan banyak instansi yang didukung dengan teknologi dan data sources yang akurat,” sambungnya.

Beberapa negara yang menjalankan social distancing seperti Singapura dan Korea Selatan memenuhi prasyarat tersebut.

“Tapi jika persyaratan-persyaratan itu tidak ada, maka lockdown menjadi pilihan terbaik, meski mengorbankan kegiatan ekonomi,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya