Berita

Anton Tabah/Net

Politik

Soal Anjuran Tidak Ke Masjid, Antoh Tabah: Suatu Hukum Bisa Berubah Karena Darurat

SELASA, 17 MARET 2020 | 13:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Imbauan Pemerintah untuk menjauhi tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul, termasuk tempat ibadah seperti masjid, tak terlalu diindahkan oleh sebagian masyarakat.  

Bahkan ada tokoh dan pejabat yang dengan semangat menolak imbauan berada di tempat umum, termasuk tetap beribadah di masjid. Mereka beralasan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT yang Maha Penyembuh.

"Ingat Islam itu lengkap, detail, dan sempurna. Dalam ibadah maupun muamalah ada batas-batas darurat syari yang harus ditaati," ucap Pengurus MUI Pusat, Anton Tabah, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (16/3).


"Cinta masjid? Pasti. Tapi ada batas-batas dharuri. Shalat jamaah di masjid wajib bagi laki-laki, tapi ada udzur syari. Antara lain sakit, hujan deras, ada wabah penyakit, dan sebagainya," imbuhnya.

Anton Tabah pun mengambil contoh dari Hadits Bukhory nomor 3214 dan Ibnu Majah nomor 937, Muslim 1693, Abudaud 1063.

Nabi SAW perintah muazin mengganti lafal 'Hayya La Sholah' menjadi 'Sholluuu Fi Rihaalikum' (Shalatlah di rumah-rumah kalian, tidak usah di masjid).

"Seperti sekarang Masjidil Harom pun sepi karena ditutup untuk umum," jelasnya.

Antoh Tabah pun mengingatkan kembali bahwa memahami ilmu agama harus dengan ilmu fiqih dan ushul fiqih. Sehingga dapat menemukan kemaslahatan dan sifatnya sementara.

"Agama itu mudah dan Nabi ajari kita dengan contoh yang lengkap. Suatu hukum bisa berubah karena darurat. Bahkan babi bisa halal ketika darurat," tegas mantan petinggi Polri ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya