Berita

Mardani Ali Sera/Net

Politik

Tidak Bisa Parsial, Pemerintah Pusat Harus Tangani Corona Secara Nasional

SELASA, 17 MARET 2020 | 08:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah daerah telah mengambil kebijakan masing-masing terkait penanganan wabah virus corona (Caovid-19).

Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera mengatakan, penanganan virus corona tidak bisa diselesaikan secara parsial. Pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi menangani wabah virus mematikan tersebut.

"Begini, pandemik ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Covid 19 ini, sudah ditetapkan WHO sebagai pandemik. Data WHO itu, dalam 100 hari sudah menyebar ke 120 negara," ujar Mardani saat ditemui di acara malam penganugerahan politisi, di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (16/3).


Menurutnya, tidak masalah setiap daerah memiliki kebijakannya sendiri dalam penanganan virus corona. Maka, untuk melokalisir adanya penyebaran virus corona sulit untuk terwujud.

"Jadi kalau Gubernur DKI punya kebijakan sendiri, Jabar sendiri, Jateng sendiri, katakan Malang beda dengan Jogja, Jogja beda dengan Brebes segala macem. Maka, niat untuk melokalisir menjadi tidak terwujud," sebut politisi PKS ini.

Mardani memberikan contoh penanganan virus secara nasional saat pemerintah melakukan penanganan polio, dengan menggerakkan imunisasi massal maka wabah polio tidak akan tersebar.

"Kayak kita dulu pernah punya polio kalau semua tidak dilakukan, apa namanya imunisasi gitu ya, satu saja kena bisa nyebar ke yang lain. Jadi saya tetap meminta, pemerintah pusat mengambil tanggung jawab, untuk kasus pandemik yang sifatnya global dalam skala nasional," tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya