Berita

KBM bernbasis online/Net

Politik

Dear Pemerintah, Tidak Semua Sekolah Punya Fasilitas Belajar Online

SELASA, 17 MARET 2020 | 03:02 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sistem belajar jarak jauh atau online yang kini diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 harus benar-benar dipastikan berjalan optimal.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Nadia Fairuza Azzahra mengatakan, kebijakan meliburkan kegiatan belajar mengajar memang petut diapresiasi. Namun hal itu tak bisa berjalan optimal tanpa tindak lanjut dari pemerintah.

“Pemerintah sebaiknya dapat memastikan semua siswa mengetahui di mana mereka dapat mengakses materi tersebut, memastikan kegiatan belajar dan transfer pengetahuan tidak terhenti walaupun frekuensi pertemuan secara langsung jauh berkurang dari biasanya,” urai Nadia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (16/3).


Baginya, tak dipungkiri belajar jarak jauh tersebut akan mempersulit sekolah menavigasikan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, para siswa juga akan mengalami kesulitan berkonsultasi dengan guru, terutama pelajaran yang dianggap membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam, misalnya Matematika.

Ia mengamini sudah banyak sekolah di Indonesia yang mengaplikasikan e-learning. Namun, aplikasi ini sebaiknya diikuti kemampuan para guru yang memadai dalam mengoperasikan e-learning tersebut.

Sebab tidak semua sekolah memiliki fasilitas tersebut, terutama yang berada di daerah perdesaan. Belum meratanya akses dan infrastruktur internet juga perlu dijadikan perhatian.

"Sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran online ini akan mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran," tegasnya.

Selain tidak memiliki platform pembelajaran dan akses internet, tidak semua peserta didik memiliki perangkat yang menunjang pembelajaran daring seperti seperti smartphone atau laptop dan akses internet di rumah mereka.

"Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah memberikan pekerjaan rumah banyak kepada peserta didik, meskipun metode ini tidak semaksimal online learning," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya