Berita

Stafsus Milenial Presiden Jokowi/Net

Politik

Seperti Patung Bernyawa Saat Wabah Corona, Mujahid 212 Minta Jokowi Bubarkan Stafsus Milenial

SENIN, 16 MARET 2020 | 19:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo dianggap seperti patung yang bernyawa keberadaannya.

Hal itu disampaikan oleh Mujahid 212 yang juga Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Damai Hari Lubis.

Menurut Damai Hari Lubis, gagasan Stafsus milenial merupakan sebuah proyek yang memiliki hubungan baik dengan kalangan istana.


"Jadi anggaran yang dicari dan orang-orangnya adalah rekrutan mereka," ucap Damai Hari Lubis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/3).

Damai melanjutkan, keberadaan Stafsus sangat tidak berguna lantaran tidak nampak giat, karya atau sumbangsih saran maupun pencapaian yang didengar oleh masyarakat. Terkhusus dalam hal Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

"Saran saya bubarkan saja, kayak melihat patung bernyawa saja. Hanya habiskan anggaran negara, rugikan uang rakyat. Uang negara adalah uang milik seluruh rakyat Indonesia," tegas Damai.

Karena kata Damai, sikap pasif yang ditunjukkan oleh Stafsus milenial tersebut dapat menghilangkan optimisme masyarakat khususnya kalangan anak muda.

"Anak-anak muda yang kreatif lainnya dan yang punya telenta atau bakat yang bagus bisa hilang promosi atau peluang melihat data emperis mereka," jelas Damai.

Damai pun menilai, Stafsus milenial diangkat hanya berdasarkan faktor nepotisme, bukan berdasarkan bakat yang dimiliki.

"Padahal mereka-mereka (Stafsus) ini adalah individu-individu salah pilih. Mungkin terpilihnya mereka ada faktor nepotisme. Bukan oleh karena punya bakat atau talenta yang unggul," pungkas Damai.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya