Berita

RSUP Persahabatan/Net

Kesehatan

Wartawan Istana Gagal Tes Corona, Dirut RSUP Persahabatan: Makanya Jangan Cari Jumlah Pasien, Tapi Juga Beri Edukasi

SENIN, 16 MARET 2020 | 17:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kejadian tidak mengenakan yang dialami puluhan wartawan Istana Kepresidenan di Rumah Sakit Umum Persahabatan, Minggu (15/3) kemarin, diklarifikasi oleh Direktur Utamanya, Rita Rogayah.

Dokter spesialis paru-paru ini mengaku tidak bermaksud mengacuhkan sekira 30 wartawan Istana yang hendak memeriksakan kesehatannya terkait Covid-19.

"Memang waktu saat wartawan banyak di (RS) Persahabatan, kami semua sedang mengadakan pertemuan yang kami anggap penting untuk pelayanan pasien," ungkapnya dalam jumpa pers di RSUP Persahabatan, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (16/3).


"Bukan kami tidak ada, kami ada. Jadi saya mohon maaf," pintanya.

Tapi statement menarik disampaikan Rita Rogayah. Di mana ia beranggapan kalau para wartawan Istana yang hendak memeriksakaan kesehatannya cendrung panik.

Sementara faktanya, para wartawan ini merasa khawatir dirinya terjangkit corona, karena telah melakukan kontak langsung dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam tempo waktu 2 minggu belakangan.

Seperti berbelit, dia mengatakan, tidak mau menjustifikasi langsung para wartawan yang melakukan kontak jarak dekat dengan Menhub yang kini positif terjangkit corona.

"Sebetulnya kami tau bapak-bapak ini semuanya takut. Kalau tadi bapak mengisi form, kemudian datang sesuai alur yang kami buat, pasti bapak gabung dengan pasien-pasien yang bergejala (terjangkit corona). Makanya kami mau meyakini, yang tadinya tidak ada apa-apa, jangan sampai gabung dengan yang bergejala," jelasnya.

Lebih lanjut, Rita Rogayah juga menjawab pertanyaan seorang wartawan Istana yang hadir dalam jumpa pers hari ini, tentang kepastian mekanisme pemeriksaan corona.

Sebab secara nyata, puluhan wartawan yang datang ke RSUP Persahabatan tidak diberikan pelayanan kesehatan apapun.

Bukan menjawab secara sistematis, justru Rita Rogayah malah terkesan menyalahkan wartawan.

"Soal pertanyaan, wartawan aja panik gimana masyarakat? Makanya saya pikir, waduh wartawan belum nyimak. Makanya jangan hanya mencari jumlah pasien, tapi juga memberikan edukasi," demikian Rita Rogayah.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya