Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani menyampaikan keprihatinannya atas apa yang menimpa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menhub Budi dinyatakan positif virus corona pada Sabtu kemarin, dan tercatat sebagai pasien nomor 76 positif virus corona.
"Saya turut prihatin dan berduka atas apa yang menimpa beliau yang menjadi salah satu pasien positif COVID-19. Semoga beliau lekas sembuh," kata Dewi Aryani, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/3).
Ia menilai tepat pemerintah menetapkan masalah virus corona menjadi bencana nasional nonalam. Saat ini seluruh dunia menempatkan bidang kesehatan sebagai sektor penting dan utama.
Menurutnya, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menyatakan virus corona ini sebagai pandemic.
"Ketahanan nasional saat ini amat ditentukan oleh langkah pemerintah dalam menanggulangi wabah biologis ini," ujar anggota DPR asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX ini.
Dewi mengingatkan agar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bergerak dengan memerintahkan pembentukan mobile task force di seluruh rumah sakit pemerintah. Saat ini RSUD Suradadi Kabupaten Tegal menjadi rumah sakit pertama di tanah air yang membentuk Mobile Task Force Corona.
Menurutnya, Mobile Task Force Corona sangat efektif bergerak menjemput bola bagi warga yang membutuhkan.
"Ini akan efektif dan menenangkan masyarakat karena RSUD akan bergerak cepat jemput bola melakukan pemantauan hingga penjemputan pasien," kata Dewi Aryani.
Mengingat sebentar lagi akan memasuki Ramadhan, Doktor Administrasi Kebijakan Publik dan Bisnis Universitas Indonesia ini memandang perlu melakukan koordinasi antisipasi dampak jangka menengah dan panjang, untuk ketersediaan kebutuhan pokok.
Saat ini, kondisi Menhub Budi Karya telah membaik. Sementara tugasnya dialihkan kepada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Perhubungan ad interim.