Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Komisi IX: Ketahanan Nasional Ditentukan Oleh Bagaimana Pemerintah Menanggulangi Wabah Biologis Virus Corona

SENIN, 16 MARET 2020 | 07:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani menyampaikan keprihatinannya atas apa yang menimpa  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menhub Budi dinyatakan positif virus corona pada Sabtu kemarin, dan tercatat sebagai pasien nomor 76 positif virus corona.

"Saya turut prihatin dan berduka atas apa yang menimpa beliau yang menjadi salah satu pasien positif COVID-19. Semoga beliau lekas sembuh," kata Dewi Aryani, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/3).

Ia menilai tepat pemerintah menetapkan masalah virus corona menjadi bencana nasional nonalam. Saat ini seluruh dunia menempatkan bidang kesehatan sebagai sektor penting dan utama.


Menurutnya, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menyatakan virus corona ini sebagai pandemic.

"Ketahanan nasional saat ini amat ditentukan oleh langkah pemerintah dalam menanggulangi wabah biologis ini," ujar anggota DPR asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX ini.

Dewi mengingatkan agar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bergerak dengan memerintahkan pembentukan mobile task force di seluruh rumah sakit pemerintah. Saat ini RSUD Suradadi Kabupaten Tegal menjadi rumah sakit pertama di tanah air yang membentuk Mobile Task Force Corona.

Menurutnya, Mobile Task Force Corona sangat efektif bergerak menjemput bola bagi warga yang membutuhkan.

"Ini akan efektif dan menenangkan masyarakat karena RSUD akan bergerak cepat jemput bola melakukan pemantauan hingga penjemputan pasien," kata Dewi Aryani.

Mengingat sebentar lagi akan memasuki Ramadhan, Doktor Administrasi Kebijakan Publik dan Bisnis Universitas Indonesia ini memandang perlu melakukan koordinasi antisipasi dampak jangka menengah dan panjang, untuk ketersediaan kebutuhan pokok.

Saat ini, kondisi Menhub Budi Karya telah membaik. Sementara tugasnya dialihkan kepada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Perhubungan ad interim.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya