Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (Appsanti) memberikan maklumat terhadap para ilmuwan di bidang sosial dalam mengatasi virus corona baru atau Covid-19 di Indonesia.
Ketua Appsanti, Ubedilah Badrun mengatakan, pihaknya sangat memahami peran utama para ilmuwan, akademisi dan intelektual di bidang sosial.
"Termasuk membimbing melahirkan ilmuwan-ilmuwan baru atau profesional-profesional baru sesuai bidang keahliannya turut berkontribusi bagi kemajuan bangsa ini. Terutama di bidang pembangunan sosial," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/3).
Sehingga, Ubedilah memberikan maklumat terhadap anggotanya para ilmuwan di bidang sosial untuk berperan aktif terhadap Covid-19 di Indonesia.
"Pertama, sesuai pengumuman WHO bahwa telah terjadi pandemi Covid-19 dan pemerintah mengingatkan untuk melakukan tindakan preventif, maka dengan ini kami mengimbau kepada anggota Appsanti agar bertindak preventif menjaga kesehatan diri dan keluarga," jelasnya.
Kedua, dosen sosial politik di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, mengingatkan kepada para ilmuwan sosial untuk menghentikan sementara aktivitas keluar negeri atau pertemuan besar sesama anggota Appsanti maupun masyarakat luas yang berisiko terjadinya penularan Covid-19.
"Ketiga, mengikuti standar prosedur yang telah dianjurkan pemerintah terutama instansi kesehatan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini," terangnya.
Selain itu, Ubedilah meminta agar para ilmuwan sosial menjadikan peristiwa saat ini sebagai pelajaran berharga untuk membaca relasi suatu fakta medis.
"Membaca relasi suatu fakta medis dengan respon dan dinamika sosial yang melingkupinya di era masyarakat digital saat ini. Selain itu dihimbau untuk menjadikan peristiwa ini sebagai ruang yang mungkin bagi ilmuwan sosial untuk memberikan solusi terbaik dari situasi sosial saat ini," katanya.
Tak kalah penting, Ubedilah juga meminta kepada masyarakat umum untuk mengorbankan rasa sabar yang tinggi dalam dua pekan kedepan untuk memberikan respon sosial yang wajar atas terjadinya disfungsi sosial di antara masyarakat.
"Mampu menahan diri untuk tidak melakukan interaksi sosial yang wajar sebagaimana dalam situasi sosial yang normal, hingga pada waktunya kita semua sebagai warga masyarakat akan kembali melakukan interaksi sosial selayaknya dalam situasi normal," sambungnya.
Untuk pemerintah sendiri, kata Ubedilah, diharuskan memberikan informasi yang jujur terkait Covid-19 serta melakukan edukasi secara digital hingga sampai ke tingkat masyarakat bawah.
"Demikian enam maklumat ini kami sampaikan karena kami mencintai para ilmuwan, akademisi, intelektual anggota Appasanti dan sekaligus mencintai masyarakat secara umum. Karena di tangan para ilmuwan sosial ada masa depan pembangunan sosial yang sehat di republik ini," pungkas Ubedilah.