Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

PKS: Langkah Pemerintah Tangani Corona Harus Tepat Dan Terukur, Termasuk Opsi Lockdown

MINGGU, 15 MARET 2020 | 23:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah diminta segera melakukan strategi komprehensif dalam mengatasi wabah corona.

Menurut Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, prioritas utama adalah menyelamatkan rakyat, tidak ada prioritas lain.

"Strategi komprehensif yang saya maksud adalah yang terukur, cepat dan tepat mulai strategi pencegahan, edukasi hidup sehat termasuk penyemprotan disinfektan berbagai fasilitas publik. Hingga kebijakan jaga jarak atau social distancing, bahkan jika diperlukan langkah pengasingan atau lockdown sejumlah wilayah yang eskalatif penyebaran wabahnya," tutur Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/3).


Dalam kondisi seperti saat ini, kecermatan dan kecepatan perlu diperhatikan pemerintah dalam mengambil kebijakan. Seperti kapan menerapkan social distancing seperti yang dilakukan sejumlah Pemda meliburkan sekolah.

Untuk penutupan tempat keramaian dan lockdown, sambung anggota Komisi I DPR RI ini bisa dimulai dari sektor penerbangan dan pelabuhan.

"Keselamat rakyat prioritas tertinggi saat ini. Kita semua mafhum pasti akan ada dampak ekonomi dan pertumbuhan. Tapi itu bukan prioritas sekarang. Pemerintah harus bertindak determinatif dalam mencegah persebaran virus ini," tegasnya.

PKS Sendiri telah melakukan langkah antisipatif dengan memerintahkan staf di DPR bekerja di rumah terhitung mulai tanggal 16 sampai 28 Maret sesuai perkembangan situasi.

"PKS siap bahu-membahu bersama pemerintah dan komponen masyarakat untuk memasifkan pencegahan, edukasi dan mitigasi persebaran virus corona," tuutpnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya