Berita

Agus Harimurti Yudhoyono/RMOL

Politik

Jika Sekadar Untuk Eliminasi, Partai Demokrat Tolak Usulan Ambang Batas Parlemen 7 Persen

MINGGU, 15 MARET 2020 | 22:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurthi Yudhoyono menyinggung perihal ambang batas parlemen sebanyak 7 persen yang diusulkan Partai Golkar dan Nasdem

Putera sulung Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan, secara prinsip usulan apapun dalam demokrasi adalah satu hal wajar..

“Mekanisme partai politik yang ada di negeri kita ini, boleh-boleh saja (usulkan PT 7 persen),” ucap AHY  di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (15/3).


Namun, AHY memberi catatan. Partai Demokrat bisa jadi menolak usulan tersebut jika bertujuan untuk menendang partai-partai yang tidak bersahabat dengan pemerintahan.

“Tapi yang tidak atau harus kita hindari, adalah jika ada upaya, sekedar mengeliminasi partai-partai, yang dianggapnya tidak terlalu bersahabat, dengan pihak-pihak tertentu, kita tentu tidak ingin itu terjadi,” jelasnya.

Partai Demokrat, lanjut AHY, akan berjuang untuk rakyat Indonesia dengan memberikan angka yang masuk akal saat mengusulkan parliamentary threshold (PT).

Walaupun, kata dia, berapaun nantinya angka yang disepakati. Maka, kader Partai Demokrat akan optimis melampaui itu.

“Berapapun presidential atau parliamentary threshold yang ditentukan, dan ditetapkan nantinya. Saya ingin mengajak seluruh kader prtai demokrat agar kita bisa melampaui PT tersebut,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya