Berita

Pemusnahan lebih dari 100 kelelawar di Solo/RMOLJateng

Nusantara

Menyimpan Virus Membahayakan, 193 Kelelawar Di Solo Dimusnahkan

MINGGU, 15 MARET 2020 | 02:01 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) Corona di Loji Gandrung, Pemerintah Kota Solo pada Sabtu (14/3), memusnahkan 193 kelelawar yang dijual di Pasar Depok, Solo.

Langkah pemusnahan ini merupakan antisipasi dampak wabah virus Corona. Meski sebenarnya 193 kelelawar itu tidak mengandung virus corona, tetapi terindikasi virus lain yang berpotensi membahayakan.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJateng, pemusnahan 193 kelelawar milik pedagang di Pasar Burung Depok dilakukan Pemkot Solo melalui Dinas Pertanian, Ketahan Pangan dan Perikanan Kota Solo.


Menurut Plt Kepala Dinas Pertanian, Ketahan Pangan, dan Perikanan Kota Solo, Said Romadlon, proses pembakaran diawali dengan pembiusan kelelawar yang sudah disatukan di kandang.  

Pembiusan oleh petugas Keswan dari dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Pemkot Solo dengan cara disemprot obat bius di kandang. Kelelawar yang sudah dibius langsung diselubungi plastik beserta kandangnya sebelum dibakar.

"Sebelum dibius dan dibakar, kita ada standar kesrawan (kesejahteraan hewan), ada prosedur dan SOP-nya. Salah satunya sebelum dimatikan kelelawar itu juga diberikan makan," jelasnya kepada media, Sabtu (14/3).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Solo, Evi Nur Wulandari menambahkan, pemusnahan kelelawar ini agar virus yang ada tidak mengalami mutasi.

"Sehingga tidak menyerang manusia atau zoonosis," imbuhnya.

Evi menjelaskan, selama ini kelelawar diduga menjadi salah satu hewan yang menjadi sumber penyebaran virus corona di Wuhan, China. Untuk itu pihaknya telah bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBPV) Bogor.

Di mana dalam sampel kotoran kelelawar di Pasar Depok telah dikirim ke Bogor untuk uji laboratorium. Hasilnya diketahui kotoran kelelawar itu mengandung Virus Beta Corona.

"Beta Corona ini kemiripan dengan virus di Wuhan itu masih jauh. Artinya virus ini belum bisa menginfeksi ke manusia secara langsung. Namun di tubuh kelelawar juga  ditemukan virus-virus lain, yang dimungkinkan terjadi mutasi dengan hewan lain, dengan  manusia di sekitarnya," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya