Berita

Waketum DPP Gerindra, Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Jokowi Jangan Paksakan Omnibus Law, Nyawa Rakyat Jauh Lebih Penting

MINGGU, 15 MARET 2020 | 01:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perhatian dan konsentrasi rakyat Indonesia saat ini tengah diuji. Karena selain fokus dan waspada terhadap penyebaran corona, ada 'ancaman' lain yang tak kalah membahayakan. Yaitu, ketok palu DPR RI soal Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Wabah corona di Indonesia memang sudah tidak bisa dianggap sepele. Korban jiwa pun sudah mulai berjatuhan. Bahkan, pejabat tinggi negara jadi salah satu orang yang dinyatakan positif corona.

Karena itu, Arief Poyuono menilai rakyat Indonesia sekarang harus konsentrasi atasi virus Corona. Terutama setelah salah satu menteri yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah positif terjangkit.


Arief menegaskan, kini saatnya semua elemen masyarakat bersatu padu untuk mengatasi dan mencegah virus Corona.

"Nah DPR RI sebaiknya jangan rapat lagi sementara bahas Omnibus Law. Karena mungkin di gedung DPR juga tidak steril dari virus corona," ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini, Sabtu (14/3).

"Jangan sampai, lagi sibuk-sibuk urus virus corona Dan semua perhatian tertuju pada penyebaran corona, tahu-tahu DPR RI mengetok UU Omnibus Law Ciptaker yang akan buat sengsara kaum pekerja dan masyarakat," imbuhnya.

Arief pun meminta kaum buruh, mahasiswa, dan masyarakat jangan lengah. Karena DPR mungkin saja menggunakan momen ribut-ribut mengatasi dan mencegah virus corona lalu meloloskan RUU Omnibus Law.

"Semoga saja tidak dan anggota DPR RI-nya sadar dan waras ya," sindirnya.

"Nah, Kangmas Joko Widodo juga harus batalkan rencana UU Omnibus Law ya. Sebab enggak ada gunanya dan malah buat susah masyarakat, yang lagi ngeri dengan serangan virus corona," pinta Arief.

Apalagi, penyebaran corona ini tidak diketahui kapan bisa diatasi. Padahal, dampak darui pandemik virus corona sudah bikin ekonomi dunia kacau balau. Jadi, tak ada gunanya juga menerapkan RUU Omnibus Law.

Arief Poyuono pun berharap Presiden Jokowi sadar dan tidak memaksakan pengesahan RUU Omnibus Law. Karena nyawa dan keselamatan rakyat Indonesia, anggota DPR RI, juga jajaran menterinya jauh lebih penting daripada RUU Omnibus Law.

"Karena sudah diketahui Menhub positif terjangkit virus corona. Dan beberapa kali Joko Widodo rapat kabinet dengan dihadiri Menhub. Kemungkinan besar menteri lainnya dan Joko Widodo bisa terjangkit Virus Corona," demikian Arief Poyuono.  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya