Berita

Populi Centre bertajuk 'Langkah Antisipasi Pandemik Corona'/RMOL

Politik

Kiblat Informasi Corona Belum Satu Pintu, Pengamat: Pemerintah Harus Sadar

SABTU, 14 MARET 2020 | 12:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

RMOL Penanganan wabah virus corona baru (Covid-19) yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo masih terus dikritisi, utamanya terkait dengan pola komunikasi yang dilakukan.

Salah seorang peneliti ilmu politik komunikasi dari Populi Centre, Rafif Imawan, menyinggung tata kelola informasi yang belum baik dilakukan pemerintah.

"Bahwa kemudian satu hal yang perlu dipahami, pemerintah harus sadar bahwa otoritas kepercayaan publik terhadap informasi itu sudah menyebar," kata Rafif Imawan dalam diskusi Populi Centre bertajuk 'Langkah Antisipasi Pandemik Corona', di The MAJ, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).


Menyebarnya banyak informasi yang dimaksudkan Rafif ialah, publik sudah tidak lagi menjadikan informasi pemerintah sebagai yang utama. Akan tetapi, masyarakat cendrung mencari informasi lain yang beredar di media sosial.

"Bahwa sekarang orang tidak hanya percaya kepada satu otoritas, tapi juga ada informasi dari media sosial, tetangga, surat kabar, media dan banyak lagi sumber informasi," ucapnya.

Oleh karena itu, Rafif Imawan berharap pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat, bahwa apa yang disampaikan pemerintah adalah yang bisa dijadikan kiblat pembenaran.

"Menurut saya satu hal, jangan sampai identitas pasien tersebar ke media sosial. Karena bakal memiliki dampak sosial luar biasa," ungkap Rafif Imawan.

"Yang perlu dilakukan sekarang adalah kembali dalam situasi merebut otoritas informasi tersebut. Artinya menjadi semboyan yang bisa dipercaya," dia menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya