Berita

Demonstrasi Forum ASN Indonesia di depan Istana/RMOL

Politik

Aksi Di Depan Istana, Forum Marwah ASN Minta Jokowi Batalkan SKB 3 Menteri Tentang Penegakan Hukum PNS

JUMAT, 13 MARET 2020 | 23:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presidium Nasional Forum Marwah (PNFM) ASN Indonesia kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut pengembalian hak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pencabutan SKB tiga menteri di depan Istana Kepresidenan RI di Jakarta, Jum'at (13/03).

Sehari sebelumnya, Kamis (12/3) kemarin mereka telah melakukan aksi serupa masih dengan tuntutan yang sama.

Ketua Presidium, Sumiadi Taslim mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan ini untuk memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) selaku ASN.


"Hukum itu mesti berketuhanan dan berprikemanusiaan yang adil dan beradab. Apalagi ini soal hak asasi manusia. Prinsip-prinsip HAM harus ditegakkan kepada siapapun tanpa terkecuali. Termasuk kami para ASN yang diberhentikan," ujar Sumiadi Taslim dalam keterangannya, Jumat (13/3).

Ada tiga tuntutan utama yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Pertama, memohon untuk membatalkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri, Menpan RB dan Kepala BKN Nomor 182/6597/J, Nomor 15 tahun 2018, Nomor 15/KEP/2018 tanggal 13 September 2018 tentang penegakan hukum terhadap PNS.

Kedua, membatalkan surat keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) PNS karena tindak pidana kejahatan jabatan dan mengembalikan hak-hak kepegawaian.

Selanjutnya, menerbitkan peraturan tentang pengaktifan kembali PNS yang diberhentikan tidak dengan hormat namun dapat memperoleh hak kepegawaiannya kembali.

Sekadar informasi, pada aksinya kali ini PNFM-ASN diterima langsung oleh Juri Ardiantoro selaku Kepala Deputi IV Istana Merdeka bidang politik, hukum dan HAM. Mereka berkesempatan menyampaikan langsung aspirasi mereka.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya