Berita

Akhyar Nasution mengaku sudah diminta untuk berikan 3 nama calon pendamping di Pilkada Medan oleh DPP PDIP/Net

Politik

Diminta PDIP Ajukan Nama Calon Pendamping, Sinyal Dukungan Bagi Akhyar Nasution?

JUMAT, 13 MARET 2020 | 18:05 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Akhyar Nasution selaku sosok yang sudah memperoleh predikat Kader Guru Utama sangat optimistis mendapatkan dukungan penuh dari PDI Perjuangan, partai tempatnya bernaung. Ia bahkan mengaku sudah diminta untuk mengajukan sendiri nama-nama bakal calon pendampingnya oleh DPP PDIP.

“Saya sudah sampaikan tiga nama itu,” kata Akhyar kepada wartawan, usai membuka Pameran UMKM di Manhattan Time Square, Kamis (12/3).

Akhyar menceritakan, kehadirannya ke DPP PDIP beberapa hari lalu merupakan panggilan atas hasil penjaringan internal PDIP di Sumut untuk pencalonannya sebagai Walikota Medan periode 2021-2024.


Dilaporkan Kantor Berita RMOLSumut, dalam pertemuannya dengan DPP PDIP, sebagai kader utama dia dimintai syarat untuk memberikan tiga nama calon wakil walikota dari latar belakang yang bebas.

“Karena saya kader utama PDIP, DPP PDIP membebaskan saya memilih calon wakil di luar kader PDIP. Saya sudah serahkan tiga nama, ketiga nama itu di luar PDIP. Dan saya yakini calon wakil walikota yang saya serahkan itu bisa bekerjasama untuk mewujudkan pembangunan dan membikin Medan tambah cantik,” ucapnya.

Meski demikian, Akhyar enggan menyebutkan ketiga nama tersebut. Dia hanya memberikan kriteria tiga sosok orang yang telah diserahkannya tersebut.

Dari tiga nama itu, dia membocorkan sosoknya yakni ulama pernah di birokrasi dan akademisi juga, kemudian ada politisi yang aktif sebagai akademisi, berjiwa muda dan religius, serta birokrasi yang berpengalaman, akademisi juga berkarakter memimpin.

“Tiga nama itu sudah saya kenal sejak lama, dan saya sudah menyaringnya benar-benar. Nama-namanya ada di DPP PDIP, dari tiga sosok itu merupakan warga Medan dan cukup dikenali. Karena tiga nama itu, masing-masing berpengalaman di birokrasi, dikenali oleh politisi, memiliki keilmuan yang baik dan religius,” ucap Akhyar yang merupakan lulusan Sekolah Guru Kader Utama PDIP angkatan IV pada 2012 di Kulonprogo, Yogyakarta.

Dia menyebutkan, jika namanya diputuskan sebagai Calon Walikota Medan dari PDIP, maka tiga nama itu akan dikerucutkan jadi satu. Selanjutnya, akan dibawa ke mitra koalisi partai lainnya disatukan menjadi pasangan calon walikota dan calon wakil walikota.

Akhyar memang tak menutup diri dengan partai lainnya untuk menjadi mitra koalisi. Adapun partai yang sudah intens berkomunikasi secara politik yakni PAN, PKS, Partai Demokrat, dan PPP.

Plt Walikota Medan ini menyatakan, saat ini keinginan dan doa para kader serta anggota PDIP di kota Medan agar partainya sebagai Rumah Besar Wong Cilik memberikan tugas kepartaian kepada para kader-kader PDIP.

“Saya pribadi memohon doa restu dari rekan-rekan kader PDIP atas seluruh perjalanan yang dilalui ini. Semoga seluruh kader-kader kita tambah semangat dalam perjuangan,” ucapnya berdoa.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya