Berita

Yusuf Martak/Net

Politik

GNPF Desak Jokowi Cs Nyatakan Protes Resmi Ke India

JUMAT, 13 MARET 2020 | 16:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ribuan umat muslim kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kedutaan Besar India, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/3).

Aksi digelar lantaran tuntutan mereka dalam aksi sebelumnya belum juga digubris oleh Pemerintah India. Selain itu juga karena tindak kekerasan dan kekejaman terhadap muslim di India semakin massif setelah pemerintah setempat mengesahkan UU Kewarganegaraan yang sangat tidak adil dan diskiriminatif terhadap umat Islam di sana.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Yusuf Martak mendesak Pemerintah India segera mencabut UU tersebut.


Ini lantaran peraturan yang dibuat telah dijadikan senjata kelompok radikalis ekstrimis India sebagai dalih melakukan berbagai tindakan presekusi terhadap umat Islam.

“Kami juga mendesak Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan kecaman dan protes keras kepada Pemerintah India atas pelanggaran HAM berat yang terjadi di India,” terangnya.

Pemerintah Indonesia, kata Usuf Martak harus memanggil Dubes India untuk Indonesia untuk dimintai penjelasan. Kepada sang dubes, pemerintah juga harus mengirim pesan kecaman dan protes keras Indonesia kepada Pemerintah India atas pelanggaran HAM berat yang terjadi.

Indonesia, lanjutnya, bukan kaleng-kaleng di percaturan global. Indonesia adalah pendiri Gerakan Non Blok dan aktor penting di Organisasi Konferensi Islam (OKI).

“Untuk itu, Presiden Joko Widodo mengambil langkah  diplomatik dan politik terhadap pelanggaran HAM berat terhadap muslim di India,” terangnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya