Berita

Umat Islam geruduk di Kedutaan India/RMOL

Politik

Kantor Kedutaan Besar India Dikepung Umat Muslim Indonesia

JUMAT, 13 MARET 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kantor kedutaan besar India yang terletak di Jalan Raya Rasuna Said, Jakarta Selatan, dikepung oleh umat muslim Indonesia yang protes terhadap pemerintah India Narendra Modi atas penindasan terhadap muslim India.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, ratusan umat muslim Indonesia berangsur-angsur memadati Jalan Rasuna Said untuk menyampaikan protes mereka sejak pukul 13.30 WIB.

Aparat keamanan dari kepolisian dan TNI pun diterjunkan untuk menjaga situasi kondusif.
Lalu lintas dari arah Mampang Prapatan menuju Rasuna Said baik di jalur utama maupun underpass terpaksa harus ditutup petugas lalu lintas lantaran adanya aksi unjuk rasa ini. Kemacetan pun terjadi dari depan KFC Buncit hingga perempatan lampu merah Rasuna Said.

Lalu lintas dari arah Mampang Prapatan menuju Rasuna Said baik di jalur utama maupun underpass terpaksa harus ditutup petugas lalu lintas lantaran adanya aksi unjuk rasa ini. Kemacetan pun terjadi dari depan KFC Buncit hingga perempatan lampu merah Rasuna Said.

Dalam protesnya umat muslim Indonesia meminta pemerintah India untuk menghentikan tindakan penindasan terhadap umat muslim India.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga diminta tegas dengan pemerintah India dan mengajak untuk memboikot produk-produk asal India.
“Boikot semua produk India!”, tegas orator di lokasi.

Mereka juga akan mengancam akan membakar kantor kedutaan besar India jika pemerintah India tidak mampu bersikap atas penindasn umat muslim di India.

“Kita bakar ini gedung, kalau umat muslim tempat ibadah umat muslim di India dibakar, dan tidak dihentikan pemerintah India,” tandasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya