Berita

(kiri ke kanan) SBY, Hinca Pandjaitan, Sohibul Iman, Mustafa Kamal/Net

Politik

Logika SBY, Presidential Threshold Harus 0 Persen Jika Pemilu Diserentakkan Lagi

JUMAT, 13 MARET 2020 | 09:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden PKS: Logika SBY, Presidential Threshold Harus 0 Persen

RMOL. Ambang batas pencalonan presiden dan ambang batas parlemen menjadi hal krusial yang bahas partai-partai politik Indonesia saat ini. Sejumlah safari politik dilakukan untuk konsolidasi dan menyamakan perspektif mengenai ambang batas tersebut.

Tak terkecuali PKS. Presiden PKS Sohibul Iman beserta rombongan elite partai bertamu ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Kamis (12/3).


Dalam pertemuan itu, ambang batas menjadi topik pembicaraan kedua partai yang sama-sama di luar pemerintahan tersebut.

Sohibul Iman lantas mengurai bahwa SBY dalam pertemuan tersebut menginginkan agar presidential threshold ditetapkan sebesar 0 persen. Keinginan itu berlaku jika pilpres dan pileg kembali digelar secara serentak.

"Pak SBY secara pribadi menginginkan 0 persen. Ya beliau mengatakan, ini logika dasar, beliau sampaikan. Kalau Pemilu diserentakkan, kata beliau, itu logikanya harus nol," urai Sohibul kepada redaksi, Jumat (13/3).

PKS kurang setuju dengan pendapat itu. Sohibul mengatakan bahwa presidential threshold 0 persen akan memunculkan banyak partai, hanya untuk mencalonkan presiden.

Sehingga, menurut kajian PKS presidential threshold sebaiknya disamakan dengan parliamentary threshold yaitu di angka 4 sampai 5 persen.

“Kalau PKS mengusulkan, kajian kami sementara ini, kita menginginkan presidential threshold sama dengan parlemen threshold," tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya