Berita

PKS minta pemerintah lebih terbuka soal corona di Indonesia/Istimewa

Politik

Jumlah Pasien Positif Corona Terus Bertambah, PKS Minta Pemerintah Lebih Terbuka Soal Informasi

JUMAT, 13 MARET 2020 | 09:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sikap dan upaya pemerintah terkait wabah virus corona diapresiasi Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Akan tetapi, Sohibul ingin pemerintah lebih terbuka terkait penyebaran corona di Indonesia.

"Tentu kita mengapresiasi langkah-langkah pemerintah. Meskipun kami melihat, sebagai oposisi, pemerintah ini relatif lambat menyikapi corona," kata Sohibul usai silaturahim di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Kamis malam (12/3).

Apalagi di awal penyebaran, PKS melihat pemerintah seperti ingin menutupi fakta-fakta tentang Corona ini.


"Karena itu kami berharap lebih terbuka kepada masyarakat, supaya masyarakat juga punya sense of crisis," ujar Sohibul.

Ia melihat keterbukaan informasi akan membuat pemerintah dan masyarakat memiliki kebersamaan dalam menghadapi corona. Masyarakat akan tumbuh kebersamaan mengatasi ini kalau mereka memahami data dan fakta itu secara baik.

Sohibul mengingatkan risiko dari keterbukaan informasi adalah masyarakat tidak memiliki pegangan dalam menghadapi situasi ini.

"Saya kira ini tidak sehat karena dengan itu masyarakat tidak punya pegangan. Sekarang ternyata terjadi. Dan eksponensial ternyata. Dari dua, empat, delapan, 17, sekarang sudah 34 terkena. Ini sangat eksponensial," demikian Sohibul.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya