Berita

Tes wawancara calon PPS Pesawaran/RMOL

Politik

Tindak Lanjuti Temuan Bawaslu, KPU Pesawaran Klarifikasi 47 Calon PPS Terindikasi Terlibat Parpol

JUMAT, 13 MARET 2020 | 02:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pesawaran menemukan 47 calon  Panitia Pemungutan Suara (PPS) terindikasi terlibat partai politik.

Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran melakukan klarifikasi pada tes wawancara mulai 11-13 Maret 2020.

Ketua KPU Pesawaran Yatin Putro Sugino mengapresiasi temuan Bawaslu Pesawaran. Menurutnya, temuan itu memudahkan KPU untuk memilih PPS yang berintegritas.


“Akan ditindaklanjuti sesuai aturan dan mekanisme di KPU dan aturan perundang undangan, yaitu KPU akan melakukan klarifikasi pada calon PPS yang bersangkutan saat wawancara,” katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (11/3).

Kemudian, nama-nama tersebut akan dicek di Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) yang ada di KPU. Jika terbukti terlibat maka calon tersebut tidak memenuhi syarat sebagai penyelenggara Pemilu/Pilkada.

PPS akan ditanyai seputar integritas, wawasan kebangsaan, kewilayahan, pemahaman kepemiluan dan manajemen pemutakhiran data serta mengklarifikasi jika ada tanggapan masyarakat.

“Termasuk  keterlibatan pada partai politik, terlibat dalam tim sukses calon maupun pengaduan pengaduan lain terkait rekam jejak para calon PPS,” jelasnya.

Yatin berharap masyarakat dapat memberikan tanggapan agar KPU dapat memilih PPS yang berintegritas dan profesional.

Adapun hasil tes wawancara akan diumumkan tanggal 15 -17 Maret 2020. Kemudian tanggapan masyarakat II pada 15 -17 Maret 2020. Selanjutnya, klarifikasi tanggapan Masyarakat II tanggal 18 – 19 Maret 2020. Pengumuman pasca hasil klarifikasi tanggapan masyarakat tahap II tanggal 22 – 21 Maret 2020.

Pelantikan PPS sendiri akan di laksanakan tanggal 22 Maret 2020 untuk masa kerja hingga akhir November 2020.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya