Berita

Ilustrasi corona/Net

Nusantara

Pulang Umrah, Satu Orang Masuk Dalam Pantauan Dinkes Purworejo

KAMIS, 12 MARET 2020 | 21:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Seorang warga Kabupaten Purworejo masuk dalam daftar pantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Tak disebutkan identitasnya, orang tersebut masuk pantauan udai pulang dari umrah dan transit di Malaysia dengan kode ODP 6.

"Hari ini adalah hari keenam pantauan, jadi tinggal 8 hari lagi. Sebelumnya lima warga yang baru pulang dari luar negeri sebagai TKI, TKW dan ABK telah lolos dari pantauan karena lebih dari 14 hari tidak menunjukkan gejala seperti terpapar Covid-19," kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr Darus dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (12/3).

Darus yang didampingi Sekdinkes Ekaningtyas, juga menegaskan bahwa keenam orang tersebut hanya dalam pantauan, bahkan belum masuk kategori suspect.


Ada empat istilah kriteria sebelum seseorang dikonfirmasi menderita corona. Pertama adalah orang dalam pemantauan (ODP), orang dalam pengawasan, probable (statusnya di atas suspect) dan confirm (berdasar hasil lab) positif terkena virus covid-19.

"Gejala corona adalah demam di atas 39 derajat, batuk, pilek dan mengalami pneumonia. Serta yang paling penting, dia memiliki riwayat perjalanan dari negara yang terpapar corona," lanjut Darus.

Sebelum masuk Indonesia, mereka harus memperoleh HAC (Health Allert Card) yang dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) laut dan udara. Bahkan di bandara sudah ada alat thermo scanner. Jika demam tinggi, maka akan segera dikarantina.

"Masyarakat harus cermat dalam membaca berita. Saya sebelumnya belum pernah diwawancara oleh wartawan terkait lima orang yang terkait corona tapi tiba-tiba ada beritanya," tegas Darus.

Bahkan Pemkab Purworejo telah menunjuk Dinas Kesehatan sebagai satu-satunya pihak yang boleh mengeluarkan statemen mengenai corona. Dinkes juga telah menunjuk Dokter Darus sebagai jurubicara kasus corona.

"Masyarakat supaya tidak panik. Jaga kesehatan, kalau batuk atau pilek sebaiknya ditutup, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin. Mengurangi salaman terutama bagi yang sakit harus menjaga jarak," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya