Berita

Waketum Gerindra, Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Rezim Jokowi Terlalu Genit Kepada China, Siap-siap Saja Hadapi Krisis

KAMIS, 12 MARET 2020 | 20:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pencoretan Indonesia sebagai negara berkembang oleh Amerika Serikat yang berimbas pada dicabutnya fasilitas kemudahan tarif ekspor atau general system preference dinilai tak lepas dari mesranya hubungan Indonesia dengan China.

"Ini akibat terlalu genit Ke China selama Rezim Joko Widodo," kata Waketum Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Kamis (12/3).

Saat ini, lanjut Arief, AS lebih memilih negara tetangga seperti Thailand, Philipina, Malaysia, Vietnam, dan India untuk mengimpor barang-barang kebutuhan masyarakat Negeri Paman Sam itu.


Apesnya, China yang sempat dibangga-banggakan kini justru sedang mati-matian mengatasi wabah virus corona. Dijelaskan Arief, saat ini semua negara bahkan menutup lalu lintas warga China masuk ke negara mereka.

"Belum lagi China harus membereskan krisis utang di perbankannya yang belum selesai. Sudah terasa sekarang, China sudah mengurangi barang-barang dan komoditas impor dari Indonesia seperti batubara, nikel, CPO, dan lain-lain," tegasnya.

Melihat kondisi seperti saat ini, Ketum Serikat Buruh BUMN Bersatu ini ini pun mewanti-wanti kepada pemerintah Indonesia untuk menghadapi kemungkinan ambruknya nilai mata uang rupiah.

"Siap-siap mata uang dolar ditarik besar-besaran dari Indonesia oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Buktinya hari ini harga saham rontok hingga bursa saham di-suspend. Bentar lagi rupiah meroket hingga tembus 15 ribu/dolar," tegasnya.

"Kalau sudah begini, sangat mungkin krisis ekonomi akan terjadi, ditambah lagi kasus pembobolan Jiwasraya yang makin mengurangi kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya