Berita

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Kematian Tembus 100 Orang Lebih, Pemerintah Harus Bentuk Satgas Penanganan DBD

KAMIS, 12 MARET 2020 | 19:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ada persoalan lain yang juga mengkhawatirkan, selain virus corona baru atau Covid-19 yang mesti segera diantisipasi oleh pemerintah dengan membentuk semacam Satgas Corona, yakni, wabah demam berdarah (DBD).

Wabah penyakit ini pun sejatinya perlu diperhatikan dan ditangani oleh pemerintah dengan sigap lantaran telah memakan korban hingga 100 lebih meninggal dunia akibat DBD.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (12/3).


"Sekarang kita punya lagi masalah DBD, nah DBD ini juga mesti kita tangani, enggak sepele kalo misalnya sudah ratusan orang yang meninggal," kata Saleh Daulay.

Menurut Saleh Daulay, bukan maksud membandingkan penyakit satu dengan yang lainnya, namun kenyataannya bahwa wabah DBD ini tak kalah bahayanya dengan Covid-19 yang juga mematikan itu.

Karena itu, pemerintah diharpkan dengan sangat untuk segera melakukan langkah antisipatif terhadap wabah DBD yang telah menjangkit masyarakat.

"Malah sebagian orang kalau mengkomparasi ini (DBD) lebih berbahaya. Kalo memang lebih berbahaya mesti harus kita selesaikan juga," tandasnya.

Sekadar informasi, data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah kasus DBD di Indonesia sudah menembus angka 16 ribu, pada periode Januari hingga awal Maret 2020 tersebut.

Dari jumlah tersebut, 100 jiwa meninggal dunia.

"Kasus (DBD) 16.099 dengan (jumlah) kematian 100 untuk nasional," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, seperti dilansir Antara, Senin (9/3).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya