Berita

Pimpinan MUI beri keterangan ke awak media usai Dubes India batalkan pertemuan/RMOL

Politik

MUI Sesalkan Dubes India Batalkan Sepihak Pertemuan Dengan 61 Ormas Islam Indonesia

KAMIS, 12 MARET 2020 | 18:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat batalkan hadir pertemuan dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat.

Wakil Ketua Umum MUI, KH. Muhyiddin Junaidi mengatakan, Dubes India untuk Indonesia membatalkan secara sepihak acara dialog interaktif merespons kondisi umat Islam di India.

KH. Muhyiddin Junaidi membeberkan awal terjadinya rencana dialog yang juga dihadiri oleh 61 Ormas Islam di Indonesia.


Kata Kiai Muhyiddin, Dubes India mengirimkan surat ke MUI untuk diadakan pertemuan silaturahmi antara Dubes India untuk Indonesia dengan pimpinan MUI membahas persoalan umat Islam di India.

"Awalnya kita setujui hari ini tanggal ini pukul 13.00 WIB, tetapi ada surat masuk yang mengatakan bapak Duta Besar (India) tidak bisa berada pada pukul 13.00 karena masih dalam perjalanan dari luar negeri," ucap KH. Muhyiddin Junaidi di hadapan 61 Ormas Islam di Gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis sore (12/3).

Sehingga kata Kyai Muhyiddin, Dubes India meminta pertemuan diundur hingga pukul 17.00 WIB. Sehingga, MUI memutuskan dan menyampaikan kepada 61 Ormas Islam bahwa dialog pertemuan dengan Dubes India diundur hingga pukul 17.00 WIB.

"Tiba-tiba pukul 15.30 beliau mengirim pesan WA (WhatsApp) mengatakan bahwa beliau ini kata Sekretarisnya ke luar kota. Jadi awalnya jam 16.30 WIB sudah ada di MUI dan WA berikutnya jam 17.00 WIB beliau ke luar kota," jelasnya.

Dengan demikian kata Muhyiddin, MUI dan 61 Ormas Islam di Indonesia yang sudah hadir di Gedung MUI Pusat mengaku menyesalkan adanya pembatalan sepihak itu.

"Dengan sangat menyesal gak bisa hadir dan minta di reschedule pertemuannya di hari-hari yang akan datang. Nah Saya gak tau kenapa, apakah ini namanya pembatalan sepihak atau mungkin karena khawatir takut ya ada yang pengen melemparkan kepala sapi, ketakutan sendiri, biasanya kalau orang salah ya biasanya takut, tapi kalau orang benar dia tidak akan takut, itu sudah Sunatullah," terangnya.

Tak hanya itu kata Muhyiddin, pihak Istana pun juga menelepon dirinya untuk meminta agar pertemuan dilakukan di Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Katanya karena kalau di MUI antara lain tidak bisa dijamin keamanan, yang kedua kalau di MUI dikhawatirkan Duta Besarnya tidak nyaman, padahal itu permintaan Dubes," bebernya.

"Nah saya sampaikan ini pertemuan di desain dirancang untuk membantu Dubes India akan menjelaskan kasus tindakan kekerasan terhadap umat Islam di India yang sudah viral sedunia dan perlu dijelaskan, seharusnya Duta Besar India itu berterimakasih ke MUI, ya kalau perlu nanti dibeli tiket khusus jalan-jalan ke India melihat apakah betul masih ada persekusi atau tidak," sambungnya.

Bahkan kata Muhyiddin, Menlu Retno Marsudi juga membatalkan pertemuan karena acara diundur dari jam sebelumnya.

"Ibu Menlu awalnya mau hadir, tetapi tiba-tiba setelah berubah jamnya, dia bilang mohon maaf tidak bisa hadir. Saya bilang kalau ibu tidak hadir tolong kirim Dirjen Asia Pasifik atau asia Tengah selatan, juga belum kelihatan wajahnya," ungkapnya.

Dengan demikian, MUI menilai adanya rasa ketakutan yang muncul dari Dubes India dan Menlu jika pertemuan terjadi di Gedung MUI Pusat.

"Nah jadi kata Kemlu dan Seswapres, Dubes India nampaknya kurang nyaman. Ketakutan sendiri dengan bayang-bayangnya atas kejahatan dan kriminal yang dilakukan. Oleh karena itu, ya kita sekarang berubah jadi pertemuan antara MUI Pusat dengan ormas-ormas tingkat pusat di Indonesia," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya