Berita

Presiden China Xi Jinping saat mengunjungi Wuhan/Net

Dunia

Belajar Dari China Yang Habiskan Rp 227 Triliun Untuk Tangani Wabah Corona

RABU, 11 MARET 2020 | 10:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai pusat penyebaran wabah corona di dunia, China terbukti mampu mengontrol virus tersebut.

Hal itu dapat dilihat dari semakin menurunnya jumlah kasus baru yang muncul di China, bahkan untuk di luar Provinsi Hubei, beberapa kali China menyatakan nol kasus baru.

Pada Selasa (10/3) saja, China hanya melaporkan 19 infeksi baru. Alhasil, beberapa rumah sakit darurat sudah mulai berhenti beroperasi di sana.


Keberhasilan China dalam menangani wabah juga tidak terlepas dari peran pemerintah yang telah menggelontorkan dana hingga 110,48 miliar yuan atau setara dengan Rp 227 triliun (Rp 4.933/yuan).

Dana tersebut dilaporkan SCMP digunakan untuk perawatan hingga subsidi staf medis.

Di China, seluruh tes hingga perawatan pasien corona memang gratis. Padahal, biaya untuk sekali tes corona di China bisa mencapai 370 yuan atau Rp 760 ribu.

Sementara untuk perawatan berkisar 5.600 yuan (Rp 11,5 juta) untuk anak di bawah umur dan 23.000 yuan (Rp 47 juta) untuk lansia.
Perawatan itu belum termasuk metode pengobatan seperi oksigenasi membran ekstrakorporeal yang tentu tidak murah. Kendati begitu, semuanya ditanggung oleh pemerintah.

Berbeda dengan China, di Amerika Serikat yang sudah memiliki 984 kasus dengan 28 orang meninggal dunia, hanya biaya untuk tes yang dinyatakan gratis. Sementara untuk perawatan, satu kasus bisa menelan biaya hingga 3.200 dolar AS atau Rp 45,8 juta (Rp 14.328/dolar AS). Beberapa kasus bahkan lebih dari angka tersebut.

Alhasil, dengan biaya yang perlu dihabiskan tersebut, beberapa pasien corona mungkin tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya. Atau bahkan, beberapa orang dengan gejala justru enggan melakukan tes karena khawatir.

Hal ini pun seakan dibenarkan oleh penelitian dari Cedars-Sinai yang memperkirakan bahwa antara 1.043 hingga 9.484 orang di AS kemungkinan telah terinfeksi corona pada 1 Maret.

Sama seperti AS, tes corona di Korea Selatan tetap gratis. Namun untuk biaya perawatan ditanggung oleh pemerintah dan perusahaan asuransi.

Sejak menetapkan corona sebagai penyakit menular pada Februari, Jepang sudah mengalihkan biaya perawatan pasien terinfeksi sebagai tanggung jawab pemerintah.

Dikatakan oleh Ketua Profesor One Health di Universitas Jockey Club, Profesor Dirk Pfeiffer, keterjangkauan biaya akan berpengaruh terhadap upaya pengendalian epidemi.

“Jelas, di mana pun Anda harus membayar untuk perawatan kesehatan, individu dengan gejala ringan pada kelompok berpenghasilan rendah akan ragu untuk mengunjungi fasilitas kesehatan, dan itu mungkin juga terjadi pada beberapa individu dengan penyakit parah. Perilaku ini akan memperpanjang epidemi,” kata Pfeiffer.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya