Berita

Ilustrasi gigitan nyamuk demam berdarah/Net

Nusantara

Dalam 2 Bulan Ada 104 Kasus DBD Di Jepara, 1 Orang Meninggal

SELASA, 10 MARET 2020 | 16:02 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara ternyata tergolong tinggi.

Bagaimana tidak, selama Januari-Februari 2020 tercatat ada 104 kasus akibat nyamuk aides aigepty ini. Bahkan salah seorang penderita akhirnya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, M Fakhrudin mengatakan, pihaknya telah menerima berbagai laporan kasus diduga DBD yang dialami warga Kota Ukir.


Data yang masuk ke laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) selama Januari-Februari 2020 tercatat sebanyak 328 kasus. Namun setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi di lapangan dan menggunakan aplikasi DBD elektronik, ternyata yang positif DBD hanya 104 kasus dengan satu penderita yang merupakan warga Desa Suwawal Barat Kecamatan Mlonggo meninggal dunia.

"Sedang ratusan laporan lainnya istilahnya baru suspek DBD. Kalau yang fix DBD 104 kasus itu," kata Fakhrudin kepada Kantor Berita RMOLJateng, Selasa (10/3).

Data ini, jika dibanding periode yang sama tahun lalu, kasus DBD ini cenderung menurun. Pada Januari tahun lalu tercatat ada 172 kasus. Sedang Februari 153 kasus.

Namun menurut Fakhrudin, tingginya angka kasus DBD tahun lalu lantaran belum digunakannya aplikasi DBD elektronik seperti yang diterapkan tahun ini.

"Aplikasi ini diterapkan juga di daerah lain karena ada instruksi Dinkes Jateng. Ini sifatnya juga nasional," jelasnya.

Sementara itu, Salsabila (11), warga Desa Suwawal Barat, Kecamatan Mlonggo Jepara jadi salah satu pasien DBD. Pelajar kelas 5 SD ini terpaksa harus menjalani perawatan di RS Graha Husada.

"Alhamdulillah ini sudah pulang. Semoga ini yang terakhir saya tidak mau masuk rumah sakit lagi," harapnya.  

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya