Berita

Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Raja Salman/Net

Dunia

Sumber Kerajaan: Penangkapan Para Pangeran Arab Untuk Mengirim Pesan, Jangan Berani Menghalangi Putra Mahkota Naik Takhta

SELASA, 10 MARET 2020 | 13:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penangkapan para pangeran senior Kerajaan Arab Saudi pada akhir pekan lalu adalah sebuah pesan yang kuat bagi siapa pun yang berusaha untuk menghalangi kenaikan takhta Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Demikian isi dari sebuah artikel bertajuk "Saudi princes' detentions sent a message: don't block my path to the throne" yang diunggah oleh Reuters pada Senin (9/3).

Dalam artikel tersebut Reuters mengaku mendapatkan informasi dari empat sumber kerajaan yang memiliki pengetahuan terkait situasi kerajaan terkini.


Pekan lalu, Jumat (6/3), saudara Raja Salman, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz beserta dua keponakan Raja Salman, Pangeran Mohammed bin Nayef dan Pangeran Nawaf bin Nayef ditahan dengan dugaan percobaan "kudeta kerajaan".

Mereka ditangkap karena dianggap berperan untuk menghalangi kenaikan takhta Mohammed bin Salman (MbS) sebagai Putra Mahkota pada 2017.

MbS sendiri menjadi Putra Mahkota setelah menggulingkan Mohammed bin Nayef.

Para pangeran senior Kerajaan Arab Saudi tersebut saat ini, ditahan di vila-vila kerajaan di Riyadh, beberapa diizinkan untuk menghubungi keluarga mereka.

Dalam artikel tersebut, Reuters berdasarkan dua sumber menyatakan langkah penangkapan terjadi seiring dengan semakin dekatnya prosesi kenaikan takhta di mana MbS khawatir Ahmed dan Mohammed bin Nayef dapat menggantikan dirinya.

"Ini adalah persiapan untuk mentransfer kekuasaan. Ini adalah pesan yang jelas kepada keluarga bahwa tidak ada yang bisa mengatakan 'Tidak' atau berani menentangnya," ujar seorang sumber.

Hingga saat ini, pihak berwenang Arab Saudi sendiri belum mengonfirmasi atau pun mengomentari penahanan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya