Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

ABG Bunuh Balita, Azmi Syahputra: Penggalian Aspek Psikologi Perlu, Tapi Tidak Menghilangkan Pidana

SENIN, 09 MARET 2020 | 22:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perlu penggalian identifikasi personalitas oleh kepolisian terhadap pelaku pembunuhan bocah lima tahun yang dilakukan ABG berinisial NF (15). Hal itu guna mengetahui lebih dalam mengenai faktor penyebab ia membunuh.

"Ini perlu rasa empati dan penelusuran dari aspek psikolog dan lingkungan sosialnya. Bisa jadi dari penelusuran akan diketahui sekelam apa hidupnya, adakah kekerasan (violence against children in the home and the family), trauma atau stres di  lingkungannya," kata Dosen Hukum Pidana Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (9/3).

Dari identifikasi itu pula, jelas Azmi, bisa jadi pelaku menumpuk kekecewaan pada orang terdekatnya dan sudah dialami sejak lama oleh pelaku.


"Ini perlu disisir oleh polisi, psikiater, termasuk bekerja sama dengan tim terpadu penangangan anak yang berhadapan dengan hukum," sambungnya.

Yang jelas, lanjut Azmi, perilaku menyimpang AGB tersebut bisa disebabkan beberapa faktor, antara lain komunikasi keluarga yang tersumbat, sikap abai orang tua terhadap perkembangan yang mengakibatkan sang anak tidak punya ruang dialog dalam menghadapi pertumbuhan.

Namun demikian, pertanggungjawaban hukum harus tetap dikenakan pada pelaku dengan mengacu pada UU Sistem Peradilan Anak, di mana pidana dapat dijatuhkan maksimal 10 tahun dan atau setengah dari hukuman pidana orang dewasa.

"Jadi tidak bisa dengan hanya melihat hasil semata berdasarkan faktor psikologis terus anak bebas dari hukuman. Pertanggungjawaban hukum harus dikenakan jika diketahui melakukan kejahatan tersebut dengan sadar dan sengaja," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya