Berita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan ekonom senior DR. Rizal Ramli mendengarkan penjelasan Yayat Yatmaka atas salah satu lukisan Che Guevara karyanya/RMOL

Nusantara

Rizal Ramli: Lukisan Yayak Potret Indonesia Dari Masa Ke Masa

MINGGU, 08 MARET 2020 | 19:31 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pelukis realisme sosial Yayak Yatmaka kembali menggelar pameran lukisan tunggal. Kali ini pameran yang dibalut tema “Semua Orang Itu Guru” digelar di Galeri AJBS Creative World, Jalan Ratna No. 14 Ngagel, Surabaya.

Pameran dibuka ekonom senior dan mantan Menko Perekonomian Dr. Rizal Ramli, Minggu sore (8/3).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga hadir dalam pembukaan pameran.


Yayak Yatmaka adalah sahabat lama Rizal Ramli. Dia punya beberapa nama panggilan. Dari Yayak Iskra, Yayak Kencrit, Yayak Yatmaka, juga Ismaya. Nama asli pria kelahiran Jogjakarta tahun 1956 ini adalah Bambang Adyatmaka. Seperti Rizal Ramli, Yayak juga pernah menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan sudah dikenal sebagai aktivis gerakan sosial sejak tahun 1978.

Yayak pernah melarikan diri dan tinggal di Jerman selama 20 tahun karena dikejar pemerintahan Orde Baru.

Indonesianis Benedict Anderson juga memuji daya tarung Yayak Yatmaka menghadapi rezim Orde Baru masa itu. Dalam sebuah catatan, Ben Anderson menilai Yayat Yatmaka layak disebut sebagai pelanjut dari  pelukis realisme sosial lainnya, Agustin Sibarani, yang salah satu karya monumentalnya adalah lukisan Sisingamangaraja XII yang pernah ada di uang pecahan Rp 1.000.

Dalam sambutan ketika membuka pameran lukisan tadi, menurut Rizal Ramli, sebagai pelukis realisme sosial Yayak berani memberikan warna yang jauh lebih hidup dibandingkan lukisan karya pelukis lain untuk genre itu.

“Yayak adalah pelukis realisme sosial. Seperti halnya almarhum Semsar Siahan, Diego Rivera, David Alfaro. Warna-warna lukisan Yayak jauh lebih hidup, lebih colourfull dari lukisan tradisional realisme sosial,” ujar Rizal Ramli.

Dia menambahkan, keberanian Yayak memvisualisasikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, kemiskinan, korupsi, dan beragam bentuk ketidakadilan lainnya itulah yang pernah membuat Yayak harus berurusan dengan kekuasaan di era lalu.

Setelah zaman berganti, Yayak tak lantas berubah. Karya-karyanya tetap mengisyaratkan hal yang sama: ketidakadilan yang dialami rakyat kebanyakan.

“Lukisan Yayak kuat pesan realisme sosialnya, tapi dengan warna cerah, tetap memberi warna optimisme. Dengan karakter dan garis kuat, lukisan-lukisan Yayak adalah potret Indonesia dari masa ke masa,” kata Rizal Ramli lagi.

Dia menambahkan, kebanyakan pelukis, seperti Van Gogh, Hendra Gunawan, dan lain sebagainya mengalami kehidupan yang susah dalam kemiskinan. Baru setelah meninggal biasanya lukisan-lukisan mereka diakui dan sangat mahal.

“Mudah-mudahan nasib Yayak akan jauh lebih baik,” demikian Rizal Ramli.

Pameran lukisan karya Yayak Yatmaka akan berlangsung sampai hari Minggu, 22 Maret 2020.

Pameran lukisan ini juga diisi berbagai kegiatan seperti workshop melukis dan cukil kayu, serta temu kerakyatan kolektif.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya