Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Janji Kemiskinan Nol Persen Impossible, Mau Bayar Pakai Apa?

MINGGU, 08 MARET 2020 | 19:20 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Banyak kalangan geleng-geleng kepala dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mewacanakan target kemiskinan ekstrem 0 persen di tahun 2024.

Direktur Eksekutif Institute Development Economics and Finance, Tauhid Ahmad mengatakan, target tersebut sulit tercapai lantaran masih banyak persoalan ekonomi yang perlu dibenahi pemerintah.

“Imposibble, enggak mungkin itu terjadi. Mau dibayar pakai apa?” kata Tauhid ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/3).


Seperti halnya di Jakarta. Ia menjabarkan, APBD DKI Jakarta setiap tahunnya selalu surplus sebesar Rp 10 triliun. Namun meski dua periode gubernur dilakukan, tidak pernah mencapai zero kemiskinan. Diakuinya, masih ada kemiskinan meski hanya 3 persen.

“Pemerintah enggak punya uang, 27 juta orang miskin mau dibayar dari mana kehidupannya? Ada bantuan-bantuan tapi itu tidak mencukupi,” katanya.

Pemerintah diingatkan untuk tidak terlalu berlebihan dalam menargetkan sesuatu hal yang dianggap mustahil seperti yang disampaikan Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (ratas) tentang Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu lalu (4/3).

“Itu sangat mustahil, dan terlalu muluk-muluk. Boleh saja sih punya impian, tapi ini enggak logic, ada problem struktur, sosial, dan kepemilikan modal tidak bisa selesai dengan pemerintah,” urainya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya