Berita

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin/RMOL

Politik

Pengumuman Corona Demi Bantuan IMF? Ngabalin: Jangan Dipolitisir, Tunjukkan Datanya!

MINGGU, 08 MARET 2020 | 17:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kasus virus corona yang kini telah masuk ke Indonesia diharapkan tak dijadikan sebagai panggung politik oleh kelompok tertentu.
Hal itu ditegaskan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menanggapi adanya tudingan pencitraan yang mengarah kepada Presiden Joko Widodo. Termasuk dikait-kaitkan dengan dana pinjaman dari IMF.

"Sudah lah jangan dipolitisir, suruh cek data yang benar kemudian bawa datang dokumennya. Nanti kita ngobrol," ucap Ali Mochtar Ngabalin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/3).

"Kalau ini dipakai untuk kepentingan politik praktis dan pencitraan, itu bulshit semua ya," tegas Ali.

"Kalau ini dipakai untuk kepentingan politik praktis dan pencitraan, itu bulshit semua ya," tegas Ali.

Ia menjelaskan, sejatinya pemerintah enggan menanggapi beragam tudingan miring mengenai kasus corona. Saat ini, pihaknya sedang fokus bekerja mengatasi corona di Indonesia.

"Artinya dalam situasi yang begini, narasi dan diksi sampai itu jangan lagi dipakai karena kita punya tanggung jawab memberikan situasi yang sejuk kepada masyarakat. Pemerintah sedang bekerja keras," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya