Berita

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/Net

Politik

Jokowi Kantongi 4 Calon Pemimpin Badan IKN, PKS: Janganlah Asal Sembarang Kebut Tanpa Prosedur Hukum

SABTU, 07 MARET 2020 | 17:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) mempertanyakan maksud Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membentuk Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) sementara Rancangan Undang Undang (RUU) IKN saja belum dibahas DPR RI.

Demikian disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam keterangannya di Jakarta sesaat lalu, Sabtu (7/3).

"Landasan hukumnya apa pembentukan Badan Otorita ini? pembahasan lebih lanjut di Parlemen sampai RUU IKN disepakatai saja belum ada, masa sudah lompat buat peraturan presiden (Perpres) badan otorita?" ujar Mardani.


Anggota Komisi II DPR RI ini menilai Presiden Jokowi terlalu memaksakan kehendaknya jika langsung membentuk Badan Otorita IKN. Menurut Mardani, Presiden Jokowi secara terang-terangan menabrak aturan perundang-undangan.

"Ini terkesan terlalu dipaksakan ya, segala sesuatu padahal harus sesuai prosedur hukum dan kajian masih mentah," sesalnya.

Lebih jauh ia menegaskan pentingnya keterbukaan dan pelibatan publik dalam kebijakan stategis pembentukan Badan Otorita IKN itu sangat penting. Sehingga memiliki landasan hukum yang kuat dan tidak dapat digugat publik lantaran cacat hukum.

"Janganlah asal sembarang kebut tanpa taat prosedur hukum, di era keterbukaan ini informasi gampang di dapat, publik bisa menggugat. Mohon maaf pak Presiden, ini habitus politik yang kurang baik. Kita Ini negara hukum, negara bukan kerajaan," pungkas Mardani.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan telah mengantongi empat nama yang akan menjadi kandidat kepala Badan Otorita IKN di Istana negara, Senin (2/3) lalu. Jokowi menyatakan akan mambuat Perpers yang akan segera ditanda tangani.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya