Berita

Mohammad Syahril/Net

Nusantara

Ada 8 RS Rujukan Corona, Dirut RSPI Sulianti Saroso: DKI Memberikan Backup Dengan Baik

SABTU, 07 MARET 2020 | 10:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Virus corona baru atau Covid-19 telah masuk di Indonesia sejak awal Maret ini. Pemerintah pun berusaha sigap dalam menanganinya, termasuk menyediakan rumah sakit rujukan penangan infeksi virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Pada Senin kemarin (2/3), dua orang warga asal Depok dinyatakan positif terjangkit virus corona oleh Presiden Joko Widodo. Mereka yang terinfeksi ini adalah perempuan usia 64 tahun dan 31 tahun.

Kedua orang yang merupakan ibu dan anak itu, hingga saat ini masih ditangani dan dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.


Namun, jumlah pasien yang masuk kategori PDP dan suspect terus bertambah dan dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Sampai Jumat (6/3), jumlah pasien PDP, suspect dan positif terjangkit totalnya 9 orang.

Sementara, ruang isolasi yang ada di RSPI Sulianti Saroso hanya sebanyak 11 ruangan.

Oleh karena itu, Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril memastikan, jumlah ruangan yang tersedia saat ini hanya cukup untuk dua orang. Yakni satu ruangan isolasi biasa, dan satu ruangan isolasi yang lengkap dengan alat bantuan pernapasan ventilator.

"Artinya masih bisa menerima pasien," ucapnya dalam jumpa pers di RSPI Sulianto Saroso, Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Jumat.

Meski begitu, dia mengingatkan kepada rumah sakit swasta yang merawat pasien terduga PDP, suspect dan atau terjangkit corona, untuk dirujuk ke delapan rumah sakit yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

"Ada 8 rumah sakit rujukan corona. Jadi bisa (dirujuk ke sana)," kata Mohammad Syahril.

Ke depalan rumah sakit itu diantaranya, RS Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto, RSUD Cengkareng, RS Mintoharjo, RS Sukamto Bhayangkara di Kramat Jati, RS Fatmawati, dan satu penambahan RS Pasar Minggu.

"Sudah disiapkan rumah sakit-rumah sakit, Pasar Minggu, rumah sakit Cengkareng dan lain-lain," sebut Mohammad Syahril.

Lebih lanjut, Mohammad Syahril mengaku merasa terbantu dengan adanya delapan rumah sakit rujukan corona, yang mana tidak terlepas dari peranan Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan.

"Bagus loh DKI ini, memberikan backup betul dengan kita semua," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya