Berita

Ketua Komisi VI DPR, Faisol Reza/Istimewa

Politik

Andai Jeli, Indonesia Bisa Perkuat Pasar Dalam Negeri Di Tengah 'Serangan' Virus Corona

JUMAT, 06 MARET 2020 | 22:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah harus jeli dalam mencermati dampak buruk wabah virus corona terhadap sektor ekspor-impor dalam negeri.

Alih-alih terlena dengan keterpurukan, pemerintah justru harus memanfaatkan kondisi ini untuk memperkuat pasar dalam negeri.

"Saya kira virus Coroina akan cukup lama mempengaruhi perekonomian nasional kita. Tapi kita memiliki peluang karena pasar dalam negeri jadi kosong," ujar Ketua Komisi VI DPR, Faisol Reza saat diskusi bertema 'Kesiapan Perdagangan Indonesia Menghadapi Wabah Virus Corona' di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Jumat (6/3).


Para pengusaha nasional harus bisa melihat kesempatan langka ini untuk bisa memegang pasar dalam negeri dengan lebih serius sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada impor. Hal itu akan makin baik bila didukung langkah-langkah konkret yang dilakukan pemerintah, terutama untuk melakukan dukungan terhadap industri dalam negeri.

Sebab menurut Faisol Reza, hingga kini belum ada langkah-langkah yang cukup kongkret pemerintah untuk mengambil penindakan, khususnya terkait perdagangan di sektor impor maupun ekspor di tengah wabah Covid-19 ini.

"Kemarin Pak Jokowi menyebut bukan hanya suplai yang kena, demand dan produksi juga kena. Mungkin tekstil dalam beberapa bulan terakhir itu termasuk yang dikeluhkan," ujarnya politisi PKB ini.

Di bidang tekstil, jelasnya, setidaknya sembilan perusahaan gulung tikar di tahun 2019 karena masuknya tekstil China yang menguasai di atas 70 % di pasar dalam negeri. Hal ini akan makin buruk lantaran kasus Corona membuat bahan baku tekstil terancam.

Menurutnya, saat ini bisa jadi momentum karena dengan berkurangnya impor maka berkurang juga suplai dari impor. "Nah kesempatan industri dalam negeri untuk mengisi pasar yang kurang produk-produk impor," urainya.

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto mengakui bahwa dalam beberapa waktu belakangan terjadi perlambatan ekonomi di sejumlah sektor usaha. Hal ini terutama akibat adanya pembatasan pergerakan barang dari China.

Oleh karenanya, Mendag menyarankan para pengusaha mencari alternatif negara lain selain China untuk memenuhi kebutuhan kerja sama perdagangan.

"Pengusaha disarankan cari alternatif negara lain karena kita tidak bisa instan (memulihkan dampak ekonomi)," ujar Agus Suparmanto.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya