Berita

1MDB/Net

Dunia

Mahathir Mundur, AS Tangguhkan Pengembalian Dana 1MDB

JUMAT, 06 MARET 2020 | 17:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat menangguhkan pengembalian dana sebesar 240 juta dolar AS yang diduga dicuri dari Malaysia Development Berhad (1MDB).

Menurut dua sumber yang terkait dengan persoalan tersebut, penangguhan dilakukan oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) karena melihat adanya ketidakpastian politik di Malaysia saat ini.

Dimuat Reuters, DOJ mengatakan lebih dari 4,5 miliar dolar AS telah dijarah dari 1MDB di masa pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak. Najib sendiri dicurigai menerima sekitar 1 miliar dana curian 1MDB, meski ia mengaku tidak bersalah.


Sejak 2016, DOJ telah mengajukan tuntutan hukum perdata dengan berusaha menyita sekitar 1,7 miliar dolar AS aset yang diduga dibeli dengan dana curian 1MDB.

Mei lalu, AS mulai mengembalikan dana yang dipulihan. Angsuran pertama sendiri hampir 200 juta dolar AS.

Pada 19 Februari lalu, AS seharusnya sudah mengembalikan angsuran berikutnya, namun karena alasan teknis, transfer tidak terjadi.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya, DOJ menangguhkan pengembalian dana tersebut dikarenakan ketidakpastikan apa yang akan terjadi seiring dengan pengunduran diri Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri.

Menggantikan Mahathir, Muhyiddin Yassin dilantik oleh Yang Dipertuan Agung. Ia berhasil menjadi PM setelah membentuk koalisi dengan UMNO yang merupakan partai Najib Razak.

Baru-baru ini, dua pejabat penting yang menangani korupsi 1MDB, yaitu Jaksa Agung dan Komisiner Utama Malaysia Anti-Corruption Commission mengundurkan diri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya