Berita

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Net

Politik

Ada Kepentingan Konglomerat, Alasan Ahok Masuk Nominasi Pemimpin Ibukota Baru

JUMAT, 06 MARET 2020 | 14:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Setelah menjabat komisaris utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk nominasi menjadi Kepala Otoritas Ibukota Negara (IKN).

Ahok ada di urutan kedua calon kepala IKN yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Tiga lagi, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, CEO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyono, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Irres), Marwan Batubara mengatakan, sama seperti Ahok ditunjuk menjadi komut Pertamina, masuknya nama mantan gubernur DKI Jakarta itu sebagai kepala IKN lebih pada kepentingan orang-orang di belakang Istana.


"Dia tidak kredibel dan tidak memiliki kemampuan, tapi karena kepentingan apakah konglomerat atau ideologi dan China sebagai negara, makanya dia selalu dipertahankan, dikasih jabatan," ujar Marwan Batubara kepada redaksi, Jumat (6/3).

Jelas dia, inilah yang sebenarnya melatarbelakangi Ahok tetap diistimewakan.

Dan di sisi lain, Jokowi juga terkesan tersandera karena telah banyak dibantu oleh konglomerat yang berafiliasi dengan Ahok.

Adapun alasan Ahok figur yang bersih, sehingga tepat menjadi komut Pertamina dan kini dicalonkan sebagai kepala IKN, menurut Marwan Batubara, alasan itu sama sekali tidak tepat. Dalam catatannya, politisi PDI Perjuangan itu banyak melanggar hukum.

"Dia dikampanyekan bersih dan kredibel, padahal dia korupsi. Dugaan saya, dia lolos karena rezim dan penegak hukum melindunginya," ungkapnya.

Ahok diketahui pernah dipidana kasus penistaan agama, dia dipenjara kurang dari 2 tahun. Selain dipidana kasus penistaan agama, mantan suami Veronica Tan itu juga berpeluang dijerat dalam berbagai dugaan korupsi.

Seperti, kasus RS Sumber Waras, kasus lahan taman BMW, kasus lahan Cengkareng Barat, kasus dana CSR, kasus korupsi di Belitung Timur, kasus Reklamasi, kasus dana nonbudgeter, dan kasus penggusuran brutal.

"Jadi dia sangat tidak qualified," tutup Marwan Batubara, penulis buku "Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok: Menuntut Keadilan untuk Rakyat".

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya