Berita

Direktur Sabang Merauke Institute, Syahganda Nainggolan/RMOL

Politik

Syahganda: Korupsi Sekarang Lebih Gila Dari Rezim SBY, Ironisnya KPK Diam

KAMIS, 05 MARET 2020 | 20:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aktivis mahasiswa era Orde Baru (Orba), Syahganda Nainggolan menyayangkan angka korupsi Indonesia makin tinggi pasca rezim Presiden ke-2 Soeharto. Hal itu ia perlihatkan dalam membandingkan kasus dari rezim ke rezim.

Syahganda Nainggolan menyebutkan, angka korupsi dalam skandal Jiwasraya lebih besar daripada kasus pembobolan Bank Bali di era Presiden Bahaharuddin Jusuf Habibie, dan kasus pembobolan Bank Century di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"BPK bicara sampai sekarang Rp 17 triliun kerugian negara (Jiwasraya)," sebut Syahganda Nainggolan dalam sarahsehan yang digelar Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) bertajuk 'Mega Skandal Korupsi Uang Rakyat', di Jalan Warung Jati Timur Raya, Jakarta Selatan, Kamis (5/3).


"Kalau dibandingkan masa Habibie itu cuma Rp 400 miliar, semua orang Indonesia heboh. Zaman SBY Bank Century Rp 6,7 triliun orang bilang sudah gila Indonesia. Sekarang, kita gila semua," sambungnya.

Direktur Sabang-Merauke Institute ini pun mengatakan, kasus Jiwasraya ini masuk ke dalam kategori extraordinary crime atau kejahatan luar biasa. Oleh karenanya tidak tepat jika skandal Jiwaraya Gate ditangani oleh Kejasaan Agung.

"Kejaksaan itu enggak ngurusin persoalan seperti ini. Itu harus DPR ke Pansus dan kemudian KPK turun tangan," tegasnya.

Namun sayangnya, KPK saat ini tidak menunjukkan tajinya dalam menangani skandal korupsi ini. Padahal, jelasnya, kasus yang melibatkan Direktur PT Hanson Internasional, Benny Tjokrosaputro ini tidak bisa terlepas dari peran penguasa.

Oleh karena itu, menurut Syahganda Nainggolan, korupsi Jiwasraya berpotensi tidak terungkap. Padahal kasus ini berpotensi besar membongkar dugaan penggunaan dana korupsi untuk membiayai kebutuhan Pilpres 2019 oleh salah satu pasangan calon.

"Ini bisa berhadapan, menggali dana-dana politik, itu sudah hukum kekuasaan. Enggak bicara fitnah, karena trennya meningkat dari zaman Habibie, SBY dan sekarang angkanya luar biasa," tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya