Berita

Gde Siriana/Net

Politik

Pemerintah Harus Yakinkan Masyarakat Soal Keseriusan Lawan Corona

KAMIS, 05 MARET 2020 | 19:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Indonesia tidak akan pernah efektif melawan wabah virus corona atau covid-19 yang berasal dari Hubei, China, jika pemerintah hanya mengandalkan imbauan saja.

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana menyebutkan bahwa wabah covid-19 adalah kejadian luar biasa yang cepat menyebar di lintas negara.

"Informasi penyebaran yang cepat di 79 negara di luar China dengan mudah diakses masyarakat di manapun," ujar Gde Siriana kepada redaksi, Kamis (5/3).


"Secara alamiah ketakutan itu muncul, apapun bangsanya. Tetapi ketakutan ini dapat diimbangi dengan trust masyarakat kepada pemerintah dalam upaya menghentikan penyebaran wabah Corona," katanya menambahkan.

Gde Siriana menyebutkan satu kunci yang harus diperhatikan pemerintah dalam perang melawan wabah covid-19 adalah konsistensi dan keselarasan pernyataan antar instansi.

"Disamping kesiapan semua posko kesehatan di daerah, dan penyediaan gratis sanitizer hand wash maupun masker. Juga masyarakat perlu mendapat kesan pemerintah serius dan fokus pada corona," jelasnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan. Dia contohkan, pasca pemerintah resmi mengumumkan kasus corona, kemudian disusul aksi borong pangan oleh masyarakat.

"Contoh lainnya ketika pemerintah himbau untuk jaga stamina, masyarakat merespon bukan dengan borong vitamin di apotik yang relatif mahal tetapi dengan borong bahan herbal yang secara kultur sudah dipercaya khasiatnya oleh banyak orang," katanya.

Sambungnya, hal-hal semacan itu harus betul-betul dilaksanakan pemerintah. Pasalnya, masyarakat pun secara tidak langsung juga paham seberapa bahaya viru corona.

"Masyarakat sudah paham bahwa corona tidak mematikan seperti flu burung. Tetapi masyarakat paham bahwa penyebaran corona lebih luas dan cepat dari flu burung," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya