Berita

Gubernur Jabar berkoordinasi dengan Kepolisian soal isu penimbunan masker/RMOLJabar

Nusantara

Gandeng Polda Jabar Dan Kodam III/Siliwangi, Gubernur Jabar Terus Buru Penimbun Masker

KAMIS, 05 MARET 2020 | 14:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi untuk menindak tegas para penimbun masker sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Karena laporan dari daerah, banyak kehabisan masker. Sehingga dikhawatirkan justru saat orang sakit atau petugas kesehatan membutuhkan, tidak ada stoknya. Sudah saya sampaikan dan kita edukasi bahwa masker hanya untuk orang yang sakit,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (5/3).

“Nah, tadi Pak Wakapolda sudah siap melaksanakan. Polisi akan melaksanakan tindakan untuk memastikan isu penimbunan-penimbunan itu tidak terjadi di Jawa Barat,” tambahnya.


Emil menegaskan, saat ini seluruh pihak terkait di Jawa Barat tengah menguatkan arahan dari pemerintah pusat agar sumber informasi terkait Covid-19 datang dari lembaga yang kredibel.

Menurutnya, crisis center Covid-19 Dinas Kesehatan Jabar yang kini dinamai Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) sudah melayani 63 sambungan telepon sejak dibuka pada Selasa (3/3) sampai Rabu (4/3).

Sementara Emergency Kesehatan 119 melayani 225 sambungan telepon. “Pak Sekda diminta untuk melakukan update harian sebagai ketua harian dari Pikobar itu,” imbuhnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Emil menyebut Jawa Barat pun sudah menetapkan status Siaga 1 Covid-19 didasarkan pada banyaknya laporan masuk dari kabupaten/kota terkait virus Corona yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

“Lokusnya banyak di Jakarta tapi warganya ada di Jawa Barat. Setiap hari ada laporan yang harus kami konfirmasi, Cirebon melaporkan, Cianjur kemarin melaporkan, Sukabumi juga melaporkan, Kota Bandung melaporkan. Ini kan harus dikelola oleh sebuah sistem,” tuturnya.

“Jadi, artinya kenapa posisi siaga, itu karena jumlah laporan-laporan dari daerah makin banyak,” tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya