Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Pakar Hukum: Mencari Harun Masiku Tidak Lebih Sulit Dari Pencarian Nazarudin

KAMIS, 05 MARET 2020 | 14:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Misteri keberadaan Harun Masiku, salah satu buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini masih belum terjawab.

Pakar hukum pidana, Azmi Syahputra, menilai sangat aneh jika KPK dengan segala kekuatannya belum menemukan politisi PDIP itu yang terkait dalam kasus suak eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

"Hal ini serasa aneh setingkat KPK bisa kehilangan dan belum dapat menemukan pelaku," ujar Azmi Syahputra kepada redaksi, Kamis (5/3).


Azmi menyebutkan juga, sekalipun KPK mengaku kesulitan menemukan Harun Masiku karena tersangka tidak menggunakan alat komunikasi atau telepon seluler.

Kata dia, mencari Harun Masiku tidak lebih sulit dari mencari Nazarudin yang dapat ditangkap KPK walaupun lari hingga Kolombia.

"(Mencari Harun tidak lebih sulit) jika dibandingkan dengan kasus Nazarudin mantan bendahara Partai Demokrat dalam kasus suap wisma atlet yang lari ke negara lain sekalipun dapat terungkap dan tertangkap," jelasnya.

Sehingga, kata akademisi Universitas Bung Karno ini, jika KPK terlalu lama tidak menemukan Harun Masiku. Maka, semua akan menjadi liar dan yang terburuk dapat menduga dia sengaja dihilangkan.

"Dapat diduga memang Harun Masiku menghilang atau "sengaja dihilangkan" atau suatu saat bisa saja Harun Masiku sudah ditemukan meninggal atau kondisi dia yang tidak dapat memberikan kesaksian lagi," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya